Jumat, 08 Juni 2012

Alasan leeteuk menangis saata di ajang MAMA


 Inilah Alasan Mengapa Super Junior Menangis Saat Penerimaan Award Di MAMA 2011!




Super Junior kecuali Kyuhyun , menghadiri konferensi event press conference di Singapore’s Marina Bay Sands pada tanggal 29 November sebagai pemenang penghargaan di Asia Music Awards Mnet 2011 .

Anggota Siwon mengucapkan terima kasih kepada penggemar dalam pidato pembukaan mereka, memilih untuk berbicara dalam bahasa Inggris dalam rangka untuk menjangkau penggemar global ySuper Junior. Dia berkata,

“Terima kasih atas kehormatan in, i Kami akan selalu melakukan yang terbaik kami karena fans kami pantas mendapatkan yang terbaik.. Kami akan bekerja keras sehingga Korea bisa menjadi pemimpin dalam menyebarkan kesadaran budaya yang indah di Asia.”

Untuk pertanyaan pertama dari malam tersebut , reporter menarik perbandingan antara saat lima tahun lalu ketika mereka memenangkan “Best New Artist” dengan penghargaan malam ini, menanyakan mengapa mereka menitikkan air mata untuk kedua kalinya.

Mereka berkata,

“Kami menangis waktu itu karena kami pikir semua penderitaan kami pergi melalui itu dan semua keraguan tentang kemampuan debut kami,. Kali ini air mata datang karena kami sangat senang dengan apa yang kami telah capai Ini adalah campuran dari perasaan.. “

Sungmin menambahkan,

“Ketika Leeteuk memberikan pidato penerimaan, saya hampir menangis karena saya merasa begitu bersyukur kepada semua anggota untuk dukungan mereka.”

Pertanyaan berikutnya adalah”?

Bagaimana kalian berencana untuk membagi penghargaan antara semua anggota”

Eunhyuk menjawab, tertawa

“Kalau itu terbuat dari emas asli kami akan menghancukannya menjadi potongan2. Tapi karena tidak, dan karena itu disajikan untuk Super Junior sebagai kelompok dan bukan individu,kami tetap seperti itu dan kami akan memberikannya ke perusahaan , Kami berpikir untuk membuat replika tapi itu agak mahal. “

Leader Leeteuk juga menyebutkan bahwa mereka belum mampu berbicara untuk anggota yang tidak hadir seperti Kangin, Heechul dan Kibum, karena mereka semua sangat sibuk dengan jadwal masing2

Seorang wartawan dari Singapura kemudian bertanya tentang inspirasi di balik massa back-up penari untuk “Sorry Sorry”. Ternyata bahwa ide itu muncul setelah mereka melihat video Youtube narapidana Filipina menari lagu mereka. Mereka dengan demikian bekerja sama dengan penyelenggara Mnet untuk menciptakan efek yang sama untuk penampilan mereka sendiri.

Pada titik ini, pembawa acara dari konferensi pers mengumumkan bahwa mereka akan menjadi akhir sesi dengan Super Junior, Namun, Leeteuk mendesak, “Silakan lanjutkan mengajukan pertanyaan, kami tidak lelah.”

Dengan itu, putaran pertanyaan dilanjutkan , dengan seorang reporter bertanya tentang perubahan image korea mereka selama bertahun2 . Reporter itu merasa bahwa Super Junior telah difokuskan pada image manis mereka dan sisi lembut dalam tahun2 sebelumnya, sementara menjadi lebih karismatik dan kuat baru2 ini.

Leeteuk menjawab,

“Kami telah menjadi lebih karismatik karena” Sorry Sorry “keluar, dan sejak saat itu tingkat kesadaran sudah naik. Tapi pesona kami terletak pada kenyataan bahwa kami semua memiliki sisi yang unik, dan ini adalah sesuatu yang kami coba untuk menampilkan ke fans kami. “

Pertanyaan terakhir juga datang dari sisi Korea. Reporter itu bertanya,

“Apakah kalian pikir ada poin yang kurang, atau apakah kalian memiliki penyesalan?”

Leeteuk sekali lagi mengambil mic dan berkata,

“Kami selalu melakukan untuk menjadi yang terbaik , kami tidak menyesal di akhir hari. Pada catatan pribadi, bagaimanapun, mengingat penampilan terakhir kami di luar negeri, saya cek harga tiket kami di berbagai negara dan menemukan beberapa dari mereka (tiket) yang cukup mahal, Jika kualitas konser tidak sampai di sana, maka penggemar dapat menunda harga, jadi ini adalah titik dimana penyelenggara harus memperhatikan itu .. “ 

surat dari leeteuk buat donghae ^^


Langsung saja yah :*

..사랑하는 동해../…Donghae Tersayang…

———————————————————————————————-….Seseorang yang sudah menjadi lebih dari sekedar anggota grup…. Adik laki-lakiku Lee Donghae…
….Menghabiskan 10 tahun bersama…. Kita benar-benar telah melewati banyak hal…
….Kebahagiaan,Kesedihan,senang,air mata… Dirasakan bersama… Saudaraku…
….Setelah kembali dari jadwal yang sibuk… Hyung!! Hyung benar-benar hebat…ㅋㅋㅋㅋㅋ ….Bagaimana kau bisa memikirkan itu saat siaran?…ㅋㅋㅋ Aku jadi iri …ㅋㅋㅋㅋㅋ….Adik kecilku yang selalu menggodaku ….
….Saat aku ingin tidur, ia memanggil…HYUNG!!!….
….Aku akan tidur di samping hyung… lalu masuk ke dalam selimut…
….Dan lalu aku merasa terganggu,… jadi ku tendang dia pergi…ㅋㅋㅋLalu dia akan kembali berpura-pura sedih…ㅋㅋㅋ….Tapi dia benar-benar menggangu….
….Hyung! aku akan pergi ke China lagi, kau akan kesepian…
….Dan sekarang dia pergi ke HongKong…. Dan aku benar-benar merasa kesepian….
….Meski disaat pagi buta, dia benar-benar lelah, dia bersedia diajak berbicara tentang masalah-masalah sepanjang malam….
….Selalu…Percaya pada Hyung…Karena Hyungie melakukan yang terbaik….dan selalu memberiku kekuatan….
….Donghae-ya!! Baguslah jika kau selalu bahagia!!!…
….Apakah kau masih ingat sebelum kita debut, kita sering berpelukan dan menangis, dan bilang kalau kita akan melakukan yang terbaik??ㅋㅋㅋㅋ….Sekarang kita telah melakukan yang terbaik….Sekarang kau tidak perlu cemas lagi…..
….Lakukanlah yang terbaik!! Hyung akan selalu berusaha yang terbaik sebagai idol dan MC ….ㅋㅋㅋ ….Jadi carilah posisimu …Hyung akan selalu mendukungmu!!!!!!!ㅋㅋㅋㅋㅋItu adalah janji!!
….Sendirian didalam kamar yang besar….Aku kesepian….aku merindukanmu…
….Ayahmu di surga selalu menjagamu dan menghiburmu..!!!
….Kau juga harus menjaga kesehatanmu…...My brother Lee Donghae…!!I love you…………………….^^v
##############################################################################

Sabtu, 02 Juni 2012

Biasku CEMBURU =,=


Leeteuk mengungkapkan kecemburuannya dari 2AM Jinwoon di ‘We Got Married’


Leeteuk mengungkapkan kecemburuannya dari 2AM Jinwoon pada siaran minggu ini program reality ‘We Got Married’.
Leader Super Junior dan istri nya di layar kaca Kang Sora mengadakan pertanyaan mereka sendiri dan sesi tanya jawab. Pasangan itu pergi melalui 80 pertanyaan yang dikirimkan oleh pemirsa acara, yang termasuk pertanyaan seperti, “Apa yang akan kalian beri nama jika kalian mempunyai anak kembar?”, “Apa yang orang tua kalian  katakan tentang pasangan kalian?”, Dan “dapatkah kalian bertanya satu sama lain tentang pengalaman kalian pada ‘skinship’? “
Leeteuk tampak sangat tertarik pada jawaban atas satu pertanyaan, bertanya “Siapa yang kau suka antara kami berdua?” Dalam referensi untuk Kang Sora rekan nya di Dream High 2AM Jinwoon. Dia menjawab, “Tentu saja, saya lebih menyukai  suami saya,” membuat idola jelas senang.
Dia melanjutkan untuk bertanya tentang pikirannya pada Member 2AM  itu lalu Sora menjawab,  “Dia manis.” Rupanya,Leeteuk  langsung cemburu. Dia melanjutkan, “Saya hanya melihat dia sebagai dongseng, tapi akan ada  jadi banyak adegan dengan dia di kedepannya.”
Ketika staf ‘We Got Married’ bertanya ke Leeteuk mengomentari Jinwoon selama wawancara individu nya untuk acara itu, ia segera menjawab,” Tidak ada yang saya ingin katakan, “menunjukkan bahwa ia mungkin sedikit gugup tentang adegan cinta istrinya di drama tersebut.

Leeteuk SUSUPO ^^


Leeteuk Bagi Rahasia Buruk Eunhyuk


Setiap orang tentunya punya kebiasaan buruk. Lantas apa jadinya jika keburukan yang ada didirinya menjadi konsumsi publik? Hal itu yang tengah dialami personil Super Junior Eunhyuk harus menanggung malu karena Leeteuk membeberkan kejelekannya.

Dalam acara “Joo Byung Jin’s Talk Concert” kemarin, Leeteuk mengungkapkan kalau Eunhyuk masih memiliki masalah bau kaki yang parah. “Eunhyuk dulu punya masalah bau kaki yang sangat parah,” kata Leeteuk. “Saking baunya, sampai jejak kakinya akan tertinggal di lantai.”
Sembari tersipu malu Si “dancing machine” itu menjelaskan kenapa bau kakinya sangat menyengat. Dengan pembelaannya, Eunhyuk mengatakan bau tersebut datang karena kakinya selalu dibungkus sepatu. “Kakiku bau karena aku sering latihan menari,” kilahnya. “Selain itu aku terlalu sering memakai sneakers.”
Kini, Eunhyuk mengungkapkan kalau bau kakinya perlahan berkurang setelah merawat kebersihan kakinya secara teratur dari produk kiriman fans.
“Fans yang tercinta tahu aku punya masalah bau kaki dan mereka mengirimiku produk perawatan kaki,” imbuhnya. “Aku terus memakai produk kiriman fans. Sekarang aku tidak punya masalah bau kaki lagi.

HHBL part.10


Hari Hari Bersama Leeteuk Part 10


Yoona School of Fanfiction... hehe mohon komentar dan bimbingannya ya biar ke depan bisa bikin FF ... SNSD), Sunny (SNSD), Taeyeon (SNSD), Kyuhyun (SuJu ... [Freelance] Hari-hari Bersama Leeteuk “Part 4″Yoona School of Fanfiction
FF Super Generation SNSD and SuJu Mimiyoungie“ Hey, hari ini hari pertama Kyu dan Sooyoung ... Super Junior, FF Super Generation (SNSD and SuJu), Sooyoung, Leeteuk, Taeyeon, Kyuhyun ... dengan membawa FF TaeTeuk part 3 ...FF Super Generation SNSD and SuJu Mimiyoungie
Korean Fan Fiction Super Junior dan SNSD satu Dorm PROLOG@ Dorm SNSD. Pada pagi hari,semua member snsd melakukan kegiatannya masing masing. Taeyeon sedang ... menonton tv bersama Yul dan ... Lee Taemin Leeteuk Lomba FF ...Korean Fan Fiction Super Junior dan SNSD satu Dorm PROLOG
Korean Fanfics Lovers Fanfic s House For All Fandom Fanbase K... ff saya dan bukan plagiat. |PART 1| ... hari Bersama Leeteuk “Part 3″ Sub-Title : Tell My Friends. Author : kimmyelf. Main cast : Leeteuk, Kim Taeyeon , SNSD ... leeteuk SUJU ...Korean Fanfics Lovers Fanfic s House For All Fandom Fanbase K
SNSD FFindo... menuju ruangan klub basket bersama Hyeri. “…dan ... NB : Ya, FF ini merupakan part terpanjang dari ... : SNSD’s Taeyeon, SUJU’s Leeteuk and ShindongSNSD FFindo

HHBL part.9


Hari – hari Bersama Leeteuk “part 9″


Title : Hari – hari Bersama Leeteuk “Part 8
Sub-Tittle : Love Sick
Author : kimmyelf
Main cast : Leeteuk, Kim Taeyeon , SNSD , Super Junior, TaeTeuk.
Rating : T , AU
                                 Genre : Romance, School life, Friendship.

chapter sebelumnya~


“Eh guys..kau dengar tadi Leeteuk berkata apa pada Unnie? “Hati – hati , Taengo?” Yuri tiba – tiba berseru dari belakang.
“Benar, Taengo?? Apa itu? Nama kesayangan?”
“Bahkan kalian sudah punya nama kesayangan masing masing?”
“OMO..Unnie…sejauh mana hubungan kalian berdua?”
“Stop guys..!!” Taeyeon  menutup telinganya  atas beribu pertanyaan yang mereka berikan padanya. Oh God help me..!!

CHAPTER 9



TAEYEON P.O.V


“Jadi?” Jessica memandangku dengan muka penasarannya. Ia melipatkan kedua tangannya di dada dan menyipitkan matanya.
Sunny dan Yoona juga duduk di ruang TV itu. Seperti halnya Jessica, mereka yang duduk berhadapan denganku di kursi menatapku dengan lekat.
Sedangkan aku hanya menunduk sambil memegangi kakiku yang masih sakit.
“Jangan – jangan kalian sengaja berencana bertemu di taman itu?” aku mendengar jelas Sooyoung berkata dari arah dapur. Ia sekarang berjalan menuju ruang TV sambil memegangi sebuah biscuit coklat di tangan kanannya dan segelas air putih di tangan kirinya.
Sekarang aku gantian yang menatap Sooyoung dengan menyipitkan mata.
“Oh Tuhan…harus bagaimana lagi ku jelaskan pada kalian. “ Aku bergantian menatap ke arah mereka semua di ruang TV ini. Tentu saja dengan muka kecewa agar mereka percaya.
“Kami tak sengaja bertemu. Dia hanya menolongku. Itu saja…!”  lanjutku.
“No..no..no… Unnie bagaimana dengan acara menggendong itu?”  kata Yuri yang dari tadi sibuk menonton TV dan sekarang ikut dalam masalah perdebatan ini.
“Ah benar. Bagaimana kau bisa…” kata Jessica mengangkat telunjuknya.
“Aku seb..” cepat – cepat ku potong perkataanya.
“Eits dengarkan kami dulu. ..” kata Jessica sedikit kesal karena ulahku.
“Dan tatapan mata kalian berdua saat saling bertemu itu…hmm menandakan sesuatu” kulihat Yoona menyatukan tangannya menjadi satu sambil tersenyum berandai – andai.
“Kau bilang kau membencinya? He?” Jessica menyindirku.
“Pepatah mengatakan perbedaan benci dan cinta itu tipis. Dari benci menjadi cinta…hwaaaaa!! :D” Yoona dan Sunny tertawa bersama menikmati kebahagiannya karena sang tertua sedang di interogasi seperti ini.
“Sudahlah Unnie…kau seperti orang yang sedang cemburu saja. Jika memang Taeyeon menjadi pacar Leeteuk Oppa,bukankah bagus?” Aku menoleh ke samping sambil membulatkan mata.
Hyoyeon yang tiba – tiba datang dan sekarang duduk di sampingku membawa sebuah botol kecil yang baunya menyengat lalu menyuruhku untuk meluruskan kaki ku.
Hyoyeon. Kau tau kan. Si “Ratu Dance” ini. Merupakan ahli pijat untuk kami. Haha Bukan seperti itu J maksudku.. Dia telah ahli untuk masalah kaki yang terkilir seperti ini. Tentu saja dalam latihan dance yang rutin dia lakukan, terkadang dia juga mengalami hal – hal buruk seperti kaki terkilir. Saking seringnya, ia sampai bisa mengetahui cara pemijatan yang cocok untuk masalah terkilir. Dan ini sangat ampuh sekali!


AUTHOR P.O.V


Hyoyeon menyuruh Taeyeon untuk menaruh kakinya di pangkuannya. Agar dia bisa memijatnya.
“Kau tak salah dengan perkataanmu? Maksudku, dia itu Playboy? Play-boy? Aku tak mau diantara kita akan dijadikan mainannya…!” kata Jessica.
“Huss… Unnie, mungkin saja Leeteuk Oppa sekarang sudah berubah.”kini giliran Sooyoung berkata.
“Hmm ya.. akhir – akhir ini “BIG NEWS” nya adalah Leeteuk dan Taeyeon. Aku tak mendengar berita ‘Leeteuk Playboy’ atau ‘Leeteuk mendekati wanita lain saat dia juga mendekati Taeyeon’ atau… ‘Taeyeon teman sekelas Park Leeteuk  adalah wanita ke 5 yang Leeteuk dekati selamat 1 minggu ini..’.” Yuri berkata panjang lebar atas opininya.

“Kalian..Aku Auuuu!!!!! >,<” Taeyeon mencoba berkata, tapi Hyoyeon menarik tulang kakinyaku membuatnya seakan Hyo ingin melapaskannya dari kaki Taeyeon.
Seperti tak mendengar interupsi Taeyeon para dongsaengnya melanjutkan cerita mereka sendiri.

“Lagi pula kalau Leeteuk Oppa macam – macam kepada Tae Unnie. Kita ber 8 akan bersama menggorok lehernya hahaha…” Yuri tertawa dengan bahagia.
“Dan mematahkan tulangnya…” Sooyoung menyahut.

“Memotong habis rambutnya sampai botak..” kali ini Seohyun berkata.

“Dan menyiapkan tempat peristirahatan terakhir untuknya.” Sunny dan Yoona berkata secara bersama.
“Ya!!!!!!!!! Benar! Haha…. :D” seperti berada di sebuah stadion pertandingan mereka bersorak sorai sangat ramai.

Sedangkan Taeyeon ia tak begitu mengurusi perdebatan itu. Dia terlalu fokus kepada pijatan Hyoyeon yang sakit sekali. Membuatnya untuk berteriak sesekali sambil menggigit bantal yang ia pegang.
Taeyeon memejamkan matanya, karena hampir saja menangis untuk menahan rasa sakitnya.
Tapi pijatan Hyoyeon sekarang mulai lembut dan tak terasa sakit.
“Selesai..!” kata Hyoyeon. “Luruskan dulu kakimu” lanjut Hyoyeon .
Aku mengikuti perintahnya sambil mengusap air mataku yang hampir jatuh. Dan benar saja walaupun tadi sakit sekali saat di pijat. Tapi sekarang mulai berangsur – angsur membaik. Hyoyeon memang hebat.


AUTHOR P.O.V

“Unnie..” Hyoyeon tiba – tiba berkata.
Taeyeon  mengangkat wajahnya untuk bertemu mata dengan si sumber suara.
“Hm?” jawab Taeyeon  singkat.
“Apa kau benar – benar membencinya? “ kata Hyoyeon.
Taeyeon memberikan tatapan bingung kepada wanita yang duduk disebelahnya.
“Jangan pura – pura. Kau pasti tahu siapa maksudku.” Kata Hyoyeon dengan muka datar.


TAEYEON P.O.V


“Apa kau benar – benar membencinya? “ kata Hyoyeon.

Dari awal sebenarnya aku sudah mengerti akan alur pertanyaanya. Tapi dari pada ku jawab langsung entah kenapa aku lebih memilih untuk memasang wajah bingung kepada Hyoyeon.
Dan saat Hyoyeon berkata “Jangan pura – pura. Kau pasti tahu siapa maksudku.”
Yah, kau benar kau benar Hyo! Aku sudah tahu siapa yang kau maksud.  Tentu saja siapa lagi.
Dia,orang yang kami, aku dan para dongsaengku perdebatkan dari tadi.
Dia seseorang yang membuatku bingung kenpa aku menjadi begini.
Dia, orang yang selama ini aku dengan gampanmgnya mengatakan kalau aku adalah musuhnya dengan kata lain aku membencinya. Mana ada yang dibilang musuh kalau kita suka padanya. Dan dibilang teman kalau kita benci padanya.
Seseorang yang membuatku marah tapi walaupun begitu aku suka saat aku bersamanya. Karena pasti ada suatu cerita baru yang akan tertulis di sejarah hidupku yang belum pernah ku lakukan bersama teman – temanku.


“Aku..” aku mulai membuka suara.

Mulutku terlalu sulit untuk berkata iya saat itu. Juga untuk berkata tidak. Aku tidak tahu. Benar – benar tak  tahu harus berkata apa. Seharusnya ini pertanyaan yang mudah kan? Tapi kenapa untuk saat ini sulit sekali untuk ku jawab.
Ku lihat semuanya sekarang sedang menatapku. Seakan jawabanku adalah jawaban yang sangat penting bagi mereka.
Aku menyandarkan kepalaku di sandaran kursi.


“Entahlah…aku tak tahu.”


Ya itulah jawabanku.
Aku menundukan kepala. Tetlalu banyak memori yang berputar – putar di otaku. Dan tiba – tiba aku merasakan sebuah air mata yang jatuh di pipiku.
Hal berikutnya yang kurasakan adalah tiba – tiba saja Hyoyeon memeluk ku sambil membelai lembut rambutku.
Yang lainnyapun tiba – tiba mendekati kami. Dan ikut – ikutan memeluk kami sehingga kami berada di tengah diantara 6 orang.
“Unnie, kami tak bermaksud untuk membuatmu sedih~ Maafkan kami” kata maknae Seohyun.

Ini bukan salah kalian teman – teman. Ini karena diriku sendiri. Maafkan aku membuat kalian hawatir.

Aku tak bisa berkata apa – apa. Semakin mereka meminta maaf , air mataku semakin mengalir deras. Dan ku tegaskan ini bukan karena sahabat – sahabatku.

HHBL part.8


Hari – hari Bersama Leeteuk “Part 8″

TaeTeuk


Title : Hari – hari Bersama Leeteuk “Part 8
Sub-Tittle : “The Feeling”
Author : kimmyelf
Main cast : Leeteuk, Kim Taeyeon , SNSD , Super Junior, TaeTeuk.
Rating : T , AU
                                 Genre : Romance, School life, Friendship.



Cerita sebelumnya (part 7) ~

“Rumahmu cukup jauh dari sini. Kau yakin bisa bersepeda ke rumah dengan keadaan kakimu seperti itu ” lagi – lagi dia mengomeliku.
“Asal..kau mengantarku sampai gerbang rumah dan setelah itu kau harus  pergi.” Kataku memberikan pernyataan.

Aku melihat wajahnya yang tersenyum.  Lalu aku beralih memandang ke tangan kirinya yang berada di depanku.
Dengan sedikit perasaan canggung dan segala pikiran yang campur aduk di kepala, ku angkat tangan kananku untuk menggapai tangannya.
Baiklah Taeyeon..dulu kau benar – benar membencinya..dan sekarang kau harus memegang tangannya.. Ahhh pabo!!
Aku benar – benar tak tau harus apa. Ini benar – benar sangat canggung bagiku. Tidak memandang wajahnya. Atau pun berkata padanya. Yang bisa ku lakukan adalah menunduk ke bawah dan akhirnya..
`
tangan kami berpegangan..


chapter 8




Aku duduk di belakang sedangkan dia yang mengendarai sepedanya..
Leeteuk bilang dia membawa mobil kesini..sehingga kami bersepeda mengelilingi taman untuk menuju tempat parkir mobilnya.
Dia menggoncengkan aku. Jika kami adalah sepasang kekasih pasti ini akan jadi menjadi  adegan romantis, si perempuan yang berpegangan erat di pinggang si laki – laki..tertawa bersama..merasakan terpaan angin bersama dan membicarakan banyak hal yang menarik sehingga tak terasa capek. Tapi sekarang ini kami hanyalah teman? Bukan! Musuh !! mungkin..
Aku hanya diam dibelakangnya. Yah untuk apa bicara disaat seperti ini..dari belakang hanya bisa melihat punggungnya saja..
Diam seperti ini…aku jadi memikirkan sesuatu..
Emmm…kurasa dia baik. Atau eh ? bernahkah? Entahlah aaaaaa Taeyeon  apa yang kau pikirkan.. huh Entah kenapa sebagian kecil hatiku bahagia dalam keadaan seperti ini. Dia baik, untuk saat ini, jika dia tak baik dia tak akan menolongku saat jatuh dan bahkan tak akan menolongku pulang ke rumah seperti saat ini.
Dan.. dia..oke harus ku akui dia itu keren dan tampan.. aku tak tahu ada apa dengan diriku..

AUTHOR P.O.V

Taeyeon memandang ke luar jendela, melihat langit biru yang indah yang  sebagian terhalang oleh tingginya gedung – gedung. Ia mengeluarkan nafas pendek tapi dengan cepat dan menutup matanya. Lalu ia membuka matanya saat mendengar suara pintu mobil ditutup. Tapi ia tak mencoba melihat ke arah wajah yang baru masuk ke mobil.
“Baiklah..akan ku antar kau sampai rumahmu.” Kata Leeteuk.

Taeyeon hanya diam tak memandangnya.

“Apakah kakimu masih sakit?” Leeteuk tiba – tiba bertanya sambil mencoba memakai sabuk pengamannya.

“Tidak..” jawab Taeyeon singkat.

“Benarkah? Syukurlah..” jawab Leeteuk dengan tersenyum.
“Pakai sabuk pengamanmu…” suruh Leeteuk.
Tanpa berkata Taeyeon lalu mencoba menarik sabuk pengaman yang berada di sebelah kanannya. Tapi sepertinya talinya tersagkut oleh pangaitnya. Membuatnya untuk mencoba menariknya lebih kuat lagi, tapi tak bisa lepas. Leeteuk yang tadinya hanya melihat Taeyeon, mengulur tangan kanannya  untuk membuka lilitan talinya.
Taeyeon yang baru sadar bahwa ada tangan lain yang ingin membantunya, diam sejenak, kaget.
Hanya ada sedikit ruang diantara wajahnya dan Leeteuk…
Membuatnya menahan nafas untuk beberapa saat dan merasakan detak jantungnya yang cepat.
Setelah Leeteuk berhasil membukanya ia memasangkan sabuk pengaman itu untuk Taeyeon.
Taeyeon masih terdiam,jantungnya masih berdegup kencang, wajahnya memerah seperti tomat, untung saja Leeteuk tak melihatnya.


(SETELAH BEBERAPA SAAT)


“Sampai…!” kata Leeteuk berkata kepada Taeyeon.
Melihat Taeyeon yang hanya diam tak menjawab ia berkata kembali “Hei?” sambil melambaikan tangan kanannya di depan wajah Taeyeon.
“A..e..” kaget, Taeyeon tak tau harus berkata sambil memandang Leeteuk.
“Kita sudah sampai..” kata Leeteuk heran memandang wanita itu.
“Ada apa denganmu?”  Tanya Leeteuk saat Taeyeon melihat ke arah luar untuk mendapati mereka memang benar – benar sudah sampai di depan rumahnya.
“A..aniya..ini karena..” Taeyeon memutar otak untuk mengambil jawaban yang tepat. Dia tak mungkin menjawab kalau dia sekarang entah kenapa merasa “aneh” kepada Leeteuk.
Leeteuk memandang Taeyeon menunggu jawaban atas pertanyaannya.
Taeyeon yang sadar bahwa ia sedang dipandangi Leeteuk cukup lama untuk menunggu jawabannya merasa gugup sendiri.
“Jangan memandangku seperti itu!!!” kata Taeyeon tiba – tiba berteriak ke arah Leeteuk.
“Jangan berteriak di depanku!!” Leeteuk membalasnya.
“Lagi pula memandang seperti apa maksudmu? Nervous nona Kim..?”kata Leeteuk berkata menyindir sambil tersenyum.
“Aku..ah bukan urusanmu..kenapa kau harus tanya “aku kenapa..?” ” setelah berkata seperti itu Taeyeon cepat cepat membuka pintu mobil Leeteuk dan keluar.
Karena masih dalam emosinya, Taeyeon lupa bahwa kakinya masih dalam keadaan sakit. Ia menghentakan kakinya dengan keras.
Sehingga membuatnya untuk berteriak…”Ahhh…sssaakkiitt..!!” Taeyeon membungkuk  untuk menyentuh kakinya, sambil menggeram kesakitan.
Walaupun di dalam hatinya ia tertawa..Leeteuk tak tega melihat Taeyeon seperti itu.
“Aisss..kenapa wanita selalu menyusahkan..!” Leeteuk yang masih berada di dalam mobilnya bergumam sendiri saat melihat Taeyeon menggeram kesakitan.
Lalu ia keluar dari mobilnya. Dan berdiri di depan Taeyeon yang masih jongkok memegang kakinya.
“Sesakit itukah? Kalau seperti itu kau tak kan sampai ke rumahmu walau jaraknya hanya 1 meter!” kata Leeteuk.


(FLASH BACK)


@HOME  06.00 pagi.

Ting…..Tong….Ting…Tong…..
“Aeeeaahhhh….. siapa yang mau bertamu sepagi ini sih?”
Ting…tong…ting…tong…
“iya iya tunggu sebentar..”
Yoona lari keluar untuk membuka pintu pagar rumah untuk menemui “tamu” yang mengganggu acara tidurnya.
“Siapa di luar??” kata perempuan itu sambil membuka jendela kecil di pintu pagarnya. Untuk mengetahui siapa yang diluar. Jadi dia bisa tahu sebelum membuka pagarnya. Mungkin saja itu bisa orang jahat.
“Yoona..!! cepat buka pagarnya..” kata perempuan yang berada di luar pagar.
“Unnie……!!! Ada apa dengan kalian? Kenapa datang sepagi ini?” Tanya Yoona kaget.
“Bukankah ini hari minggu…dari pada memulainya siang hari..kami punya ide untuk memulai hari minggu ini di rumah kalian..” kata Jessica yang muncul dari belakang.

“Kami juga membawa banyak makanan untuk sarapan dan acara hari minggu kita…!!”
Sooyoung dengan senyum lebar menyahut sambil memperlihatkan tas plastic yang besar.
Yoona menyipitkan matanya ke arah Sooyoung. Lalu menggeleng gelengkan kepalanya. Tapi didalam hatinya ia senang, karena ia bisa menghemat uang belanjanya untuk keperluan  makan mereka.
“Tak bisakah kau membuka pagarnya sekarang..kau sangat tidak sopan membiarkan tamu berdiri di luar seperti ini.” kata Yuri dengan senyum yang di buat buatnya.
“Hahahaha…baik” Yoona tertawa melihatnya. Lalu ia membuka gembok pagarnya lalu membuka pintunya.
Mereka a ke dalam rumah bersama – sama. Yoona sebagai tuan rumah yang baik membantu Sooyoung membawakan beberapa plastic yang ditentengnya.
Mereka semua menganggab rumah Yoona dan Taeyoen ini adalah rumah mereka sendiri. Jadi saat sampai di dalam rumah mereka langsung berputar ke segala penjuru rumah untuk menemukan sesuatu yang mereka inginkan.
“Taeyon apakah masih tidur?” Tanya Jessica tiba tiba kepada Yoona yang sedang berada di dapur untuk membuka isi plastic yang dibawa Sooyoung.
“Ne~ Kurasa unnie masih tidur.” Kata Yoona sambil meletakan kaleng biscuit coklat di meja dapur.
“Dasar anak itu..baiklah akan ku bangunkan dia.” Kata Jessica berjalan menuju sambil kamar Taeyeon.
Pintu kamarnya masih tertutup. Jessica memasang wajah nakal di mukanya. Ia berfikir bagaimana reaksi Taeyaon saat dia akan berteriak teriak di kamarnya untuk membangunkan si pemalas ini.
Tanpa mengetuk pintu dahulu Jessica langsung saja masuk ke dalam kamar. Bersiap siap untuk berteriak.
“Bangun kau pema..”
tapi teriakannya berhenti saat melihat tak ada orang di tempat tidur Taeyeon. Jessica cemberut memutar kepalanya ke segala penjuru arah dari kamar temannya ini.
“Yoona kau yakin Taeyeon masih tidur?” kata Jessica berteriak dari depan kamar Taeyeon.
“Ne unnie.. memangnya ada apa?” teriak Yoona dari dapur.
Jessica tak menjawab ia pergi ke arah kamar mandi. Siapa tahu Taeyeon sudah bangun dan dia pergi ke kamar mandi? Di kamar mandi terdengar seseorang di dalamnya. Tapi Jessica trekejut saat melihat yang keluar bukan lah Taeyeon tapi Yuri.
“Unnie..kau ingin menggunakan kamar mandinya? Aku sudah selesai.” Kata Yuri tersenyum.
“Apakah di sini tak ada Taeyeon?” kata Jessica cemas.
“Taeyeon? Tidak..! hanya ada aku yang ada di kamar mandi ini.” Kata Yuri bingung melihat ekspresi wajah Jessica.
Jessica berlari kea rah dapur untuk menemui Yoona. Yuri yang bingung hanya mengikutinya dari belakang.
“Yoona dimana Taeyeon?” kata Jessica dengan muka takut.
“Unnie..aku kan sudah bilang dia berada di..” kata Yoona tersenyum yang tak mengetahui sebenarnya. Tapi perkataanya terpotong oleh Jessica.
“Dia tidak ada kamarnya. Aku sudah mencarinya. Di kamar mandi juga tidak ada.” Kata Jessica.
“Apa?” Yoona melebarkan matanya kaget.
Seriap menit berlalu dengan muka cemas pada mereka. Taeyeon belum pulang juga. Yoona sudah ingat bahwa tadi pagi Taeyeon berpamitan dengannya untuk jogging tapi dia lupa Taeyeon berkata akan pergi ke mana.
Dan masalah semakin besar saat mentari mulai bersinar cerah dan Taeyeon belum pulang juga. Handphonenya masih di kamrnya sehingga mereka tak bisa menelfonnya. Yoona menggigit kukunya sambil bolak balik berjalan ke kanan dan kiri di depan para Unnienya di ruang TV.

“Kita tidak bisa diam. Aku akan mencari Unnie.” Kata Yoona tiba – tiba.

“Aku ikut!!!” hampir semua wanita di rumah itu berteriak serentak.
“Hei – hei jika kita semua pergi..bagaimana jika Taeyeon pulang dan mendapati Yoona tak ada  dan dia malah mencarinya. Kita akan semakin berputar – putar.” Kata Sooyoung tiba – tiba berdiri dengan membawa keripik di tangannya.
“Baiklah kalau begitu.. kau dan Sunny akan disini. Kabari kami jika Taeyeon sudah ada di rumah!” kata Jessica memrintahkan.
“Arraseo!!” kata Sooyoung tersenyum.
“Sunny.. pastikan Sooyoung tidak memakan semuanya saat kami pergi!” kata Jessica lagi.
“Ne Unnie! “ kataSunny memberikan jempol kepada Jessica. Sooyoung hanya bisa memutar matanya.


AUTHOR P.O.V


“Duck..lepaskan aku..!! cepat lepaskan!!!! Apa kau gila!!”

Taeyeon meronta – ronta sambil berteriak teriak kepada Leeteuk. Dia sekarang berada di  kedua lengan Leeteuk yang sedang menggendongnya.

“Baiklah kalau kau tetap berisik, kau akan membuat kita berdua jatuh!” kata Leeteuk memandang Taeyeon yang cemberut.

“Kau begitu berat ,kau tahu?” kata Leeteuk.

“Hah! siapa suruh kau menggendongku? Ku bilang turunkan aku!”kata Taeyeon menyentak.

“Diamlah Taengo..aku hanya mencoba membantumu saja. “ kata Leeteuk sambil mulai melangkahkan kakinya kea rah gerbang rumah Taeyeon.

Taengo… Taeyeon terdiam mendengar kata itu.
 Kenapa dia memanggilku dengan nama itu! Itu begitu aneh? Stop Taeyeon bukan itu yang harus ku pikirkan..Dia sekarang menggendongmu!! Duck menggendongmu!!! Bagaimana kalau Yoona tiba – tiba keluar dari rumah? Dan…ehh tidak tidak pasti tidak akan terjadi.


LEETEUK P.O.V


Aku menggendongnya menuju depan gerbangnya. Ini kulakukan bukan untuk menggodanya *percayalah*  tapi benar – benar karena kasian dengan si anak kecil ini. Dia meronta – ronta dan berteriak – terik kearahku agar mau menurunkannya dari gendonganku. Yah, apa dia tak bisa melihat betapa beruntungnya dia bisa di gendong olehku disaat semua gadis disekolah ingin dekat denganku.

Aku berkata bahwa diaitu berat. Tapi sejujurnya aku bohong. Aku hanya menggodanya saja. Aku senang saat dia memberikan wajah cemberutnay padaku.

Membuatnya marah adalah suatu kebahagian. Kekeke. Tapi aku lebih senang melihatnya sekarang. Diam.. saat aku berkata aku hanya ingin membantunya saja. Setidaknya itu lebih mudah bagiku untuk menggendongnya jika ia tidak meronta – ronta.


TAEYEON P.O.V


Aku diam. Lelah untuk berdebat dengannya. Yah aku berfikir setidaknya ini adalah hal yang menguntungkan untukku. Kakiku memang masih sakit kalau digunakan untuk berjalan. Dan dia mungkin benar butuh waktu beberapa lama untuk aku bisa berjalan menuju gerbang walau cuma 1 meter.

Oohh begitu baiknya Duck. Eh..kenapa aku begini lagi oke ! dia telah menolongku saat aku jatuh dari sepeda, menali sepatuku,mengantarku pulang dan sekarang menggendongku. Tapi tunggu sebentar!

Tadi dia bilang aku berat? Mwo?? Berat badanku bahkan 1 kilo lebih ringan dari Yoona!!!

Aku mengangkat wajahku untuk melihatnya. Yang tak kusangka dia sedang melihat…wajahku? Aku diam melihatnya sambil mengangkat satu  alisku. Ada apa? Apa ada suatu benda di wajahku? Noda? Debu? Tapi tunggu…jantung! Tidak!

Stop ! Duck! Kau membuatku untuk sulit bernafas. Tidaakk.. apa ini !!? Kenapa jantungku berdetak kencang sekali? Ohmygossh.. Stop kumohon!
Jangan beri pandangan itu padaku!!!
Aku merasakan sendiri wajahku mulai memerah. Tidak, ini mulai lagi.
Aku cepat – cepat menundukan kepalaku ,dimana saat itu juga terdengar suara orang membuka pintu pagar dan…

“Omo!! Ka-KALIAN BERDUA!!!!!??????????”

Aku melihat ke arah para dongsaengku berdiri membuka mulut mereka seperti tak percaya yang dilihatnya.
“TAEYEOONNN!!!KAU?”  aku melihat Jessica datang dari belakang. Melihatku sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Aku menggigit bibirku sendiri. Riwayatku berakhir!
Untuk beberapa detik kami , yaitu aku dan Leeteuk dan mereka, para dongsaengku berhenti untuk bergerak. Aku yakin mesin waktu sedang rusak saat ini.
Aku yang akhirnya tersadar dari lamunanku dan ingat fakta bahwa aku masih di gendongan Leeteuk, lalu  mengangkat kepalaku untuk melihat Leeteuk. Dan lebih mengakegatkan aku, tak ada ekspresi wajah kaget di wajahnya dia malah memberikan tatapan bingung dan aneh kepada dongsaengku.
“Turunkan aku Duck!!” kataku padanya dengan sedikit meronta.
Dia menurunkanku dari lengannya.
Aku mulai memandang satu persatu dongsaengku yang sampai saat ini masih membuka mulutnya dan melebarkan matanya tak percaya.
“Teman – teman aku dan Duck..eh maksudku Leeteuk hanya tak sengaja bertemu di taman. Bukan seperti yang kalian pikirkan.” Kataku kepada mereka.
Tapi, sepertinya mereka tak percaya apa yang aku katakan. Kulihat Yoona yang masih membuka mulutnya sama sekali tak bereaksi pada perkataanku. Fine! Oke ,siapa yang percaya pada seseorang yang tertangkap basah sedang digendong oleh laki – laki di depan rumah mereka dan mereka saling berpandangan seperti seseorang yang sedang berpacaran? Ottoke? Sepertinya aku harus berlutut kepada mereka agar mereka mempercayaiku.
Iya benar sepertinya aku harus berlutut sekarang juga!
Saat aku mulai menundukan kepalaku untuk melakukannya (?). Tiba – tiba Leeteuk berbicara.
“Annyeong…~~!!!^^” aku melihat ke arah wajahnya yang tersenyum berseri seri dan membungkukan badannya dengan sopan.
“Annyeong haseyo Oppa!!!!! :D” lalu beralih kepada mereka, para wanita yang bahagia yang telah mendapatkan salam dari seorang Duck!!? Kalian tahu bagaimana suara mereka saat memberi salam? seperti sebuah paduan suara merdu sekali dan kompak! -,-

“Kalian semua kenapa bisa berada di sini??” Tanya Leeteuk.

“Ini..ini adalah hal rutin pada setiap hari minggu yang kami lakukan hehe. Kami kira Taeyeon Unnie diculik makanya kami baru saja mau keluar untuk mencarinya.” Kata Yoona
Mereka tak bereaksi atas penjelasanku, tapi sangat bersemangat saat menjawab salam Leeteuk. Oh Fine!
Ku lihat Yoona yang sekarang tertawa dengan bahagia. You are my bad dongsaeng Yoona!
Jadi pada intinya mereka lebih kaget melihat Leeteuk seorang yang sekarang berada di depan mereka, dari pada kaget dengan kejadian tentang aku yang di gendong Leeteuk?!? Ha! Itu bagus! Setidaknya aku tak usah berlutut agar mereka mempercayaiku.
“Unnie , kenapa kau tadi di gendong oleh Leeteuk Oppa?” Sunny yang dari tadi berdiri di depanku tiba tiba bertanya tanpa ada nada bersalah. Bagus Sunny kau mengingatkan semua orang tentang masalah tadi!
Tarik nafas panjang…
“Kami bertemu di taman kota..dia jatuh dari sepeda. Dan sepertinya kakinya terkilir. Jadi aku menolongnya mengantarkan pulang ke rumah dengan mobilku.”
Oh god ..thkans duck kau menjelaskan pada mereka! Mungkin  jika aku yang mengatakannya kepada mereka, mereka tak kan percaya.
Ku lihat para dongsaengku mengangguk – angguk atas penjelasan Leeteuk. Dengan mata mereka yang bersinar – sinar bahagia. Omo..plis jangan berikan tatapan memuja kalian kepada dia! Kalian akan dimanfaatkan.
“Dan untuk kejadian tadi yang kalian lihat, sebenarnya…sebenarnya Taeyeon yang memintaku untuk menggendongnya..” kata Leeteuk menoleh ke arahku.
Ah benar… Mwo? MWO??????????!!!!!!!!!
“Mwo???!!” aku dan bahkan para dongsaengku berteriak bersamaan
Aku cepat – cepat memberi tatapan padanya apa-kau-bercanda-aku-tak-memintamu-untuk-menggendongku-dan-TAK-AKAN-PERNAH-!!!!!!!!!!!.
Leeteuk tersenyum menyeringai.
“Ani…ani…jangan percaya pada dia teman –teman” aku mengoyang-goyangkan kedua tanganku di depan mereka. Mereka hanya menyipitkan kedua matanya kepadaku.
“Chincanayo Oppa?” kata Hyoyeon bertanya kepada Leeteuk, untuk memastikan.
“Hahaha…benar! Jangan percaya padaku. Aku hanya bercanda. Aku yang menggendongnya dan bukan paksaan dari Taeyeon!” kata Leetuk.
Aku menghembuskan nafas yang sangat panjang. Hahhh…
Kau sangat lucu Leeteuk -,- kau hampir saja membuatku mati kaget.
Para dongsaengku ikut tertawa mendengar pengakuan Leeteuk atas ceritanya.

Hzz…Hzzz…..Hzzz….

Tiba – tiba terdengar suara handphone berbunyi. Ku lihat Leeteuk di sampingku sedang merogoh saku celananya lalu membuka HPnya. Setelah selesai membaca pesan ia langsung berbalik emlihat kea rah dongsaengku.
“Kurasa akan ku tinggalkan Taeyeon disini!” katanya sambil satu tangannya menepuk pundaku.
Apa yang kau bicarakan he?  ini rumahku..apa yang kau maksud dengan kata – kata akan ku tinggalkan.
“Ada sesuatu yang harus ku kerjakan, aku harus cepat cepat pulang.” Katanya sambil melihat ke arahku lalu ke arah dongsaengku.
Terlihat sedikit demi sedikit wajah bahagia hilang dari satu persatu wajah para dongsaengku.
Leeteuk kembali ke mobilnya untuk menurunkan sepedaku (yg sebenarnya milik Yoona) dari atas moblnya.
Dan menaruhnya didepan kami semua. Lalu mendekat ke arah kami.
“Aku harus pergi..” katanya melihat para dongsaengku.
Pergilah Leeteuk. Jika bisa pergilah selamanya dari hidupku -,-‘’ kataku dalam hati ..aku menyipitkan mata padanya

AUTHOR P.O.V


“Dan kau..” Taeyeon kaget saat Leeteuk melihat ke arahnya.

“Jangan pergi pergi bersepeda lagi jika tak ada aku. Atau kau tak akan menemui seseorang yang akan menolong anak kecil sepertimu!? Arraseo?” kata Leeteuk kepadanya.


Tapi ada nada lembut dan perhatian didalamnya yang entah kenapa Taeyeon sangat nyaman dan terdiam mendengarnya.


Taeyeon memberikannya wajah cemberut. Tapi Leeteuk malah tertawa  lalu menunduk agar pandangan matanya setara dengannya.


“Kau imut sekali jika cemberut. “ Leeteuk tersenyum


Hati – hati untuk yang lain kali Taengo..” katanya menasehati sambil menepuk – nepuk kepala Taeyeon pelan dengan tangan kanannya. Omo?!


“Annyeong…!! ^,^” Dia membungkuk kepada mereka. Dan pergi menuju mobilnya.
“Anyyeong Oppa!!”teriak para dongsaeng Taeyeon sambil melambaikan tangan.


Apakah dia baru saja berakting manis kepadaku di depan para dongsaengku??!! Oh NO!!

Taeyeon masih terdiam dan mengingat kata – kata Leeteuk tadi.
Sepertinya dia tadi mengatakan aku adalah anak kecil?? Apa? Kau bilang aku anak kecil? AAaaa…!!! Awas kau Duckkkkkkk!!!!!

“Taeyeon?” Taeyeon aku menggeleng – gelengkan kepalanya untuk membuyarkan lamunannya dan melihat Jessica didepanya sambil menyilangkan tangannya di dadanya,sedangkan yang lain mengelilingi Taeyeon sehingga Taeyeon berada ditengah – tengah mereka.

“Kau harus jelaskan pada kami apa yang sebenarnya terjadi anatara KAU dan DIA???” kata Jessica menekankan suara pada kata kau dan dia. Menyipitkan matanya sambil menyeringai senang. Ia menggoda Taeyeon. Tatapannya membuat Taeyeon merinding.

Sabar..sabar Taeyeon katakan pada mereka semua bahwa memang tak ada yang terjadi.
Taeyeon pun di tarik dengan cepat ke dalam rumah.
“Aaa!!! Pelan pelan ..kakiku masih sakit>.<” katanya kepada mereka yang lupa akan kaki malangnya.
“Unnie..bagaimana rasanya di gendong oleh Leeteuk Oppa?”  kata Sunny
“Unnie..apa yang terjadi antara kalian berdua??”Kata Sooyoung
“Jadi kau dan Oppa..” kata Suuny lagi. Tapi perkataannya dipotong oleh Yoona.
“Aku sekarang tak percaya bahwa kau tak suka pada Leeteuk Oppa” kata Yoona sambil menolong Taeyeon berjalan.

“Eh guys..kau dengar tadi Leeteuk berkata apa pada Unnie? “Hati – hati , Taengo?” Yuri tiba – tiba berseru dari belakang.

“Benar, Taengo?? Apa itu? Nama kesayangan?”
“Bahkan kalian sudah punya nama kesayangan masing masing?”
“OMO..Unnie…sejauh mana hubungan kalian berdua?”
“Stop guys..!!” Taeyeon  menutup telinganya  atas beribu pertanyaan yang mereka berikan padanya. Oh God help me..!!


_TBC_

HHBL part.7


Hari – hari Bersama Leeteuk “part 7″


Title : Hari – hari Bersama Leeteuk “Part 7″
Author : kimmyelf
Main cast : Leeteuk, Kim Taeyeon , Choi Siwon, Tiffany Hwang,  SNSD , Super Junior, TaeTeuk, Sifany.
Rating : T , AU
Genre : Romance, School life, Friendship.
“Kita memang ditakdirkan untuk bertemu..walaupun kita sendiri berkata tidak bisa.” Kata Leeteuk memandang Taeyeon. Ia tertawa dan mengikat ikatan terakhir untuk tali sepatu Taeyeon.
“Berkata bahwa aku ingin bisa bertemu denganmu di hari minggu… Hmm telepatiku padamu ternyata berhasil.” Kata Leeteuk memandang wajah Taeyeon.
Tersenyum..
Chapter 7
TAEYEON P.O.V

“Baiklah ayo kita pulang.” kata Leeteuk kepadaku.
Ia mulai berdiri. Lalu  menjulurkan tangannya ke arahku untuk membantuku berdiri.
Mwo??” Jawabku heran atas perkataannya.
“Ku antar kau pulang. Kakimu masih sakit kan?” tanyanya.
Aku diam.. tak tahu apa yang harus ku katakan padanya, bahkan aku tak berani memandang wajahnya.
Ku lihat sekilas dia menarik tangannya. Lalu melipatnya di dada.
“Rumahmu cukup jauh dari sini. Kau tak berfikir bisa bersepeda ke rumah dengan keadaan kakimu seperti itu ” lagi – lagi dia mengomeliku.
Zzz…dasar! Kenapa tidak kau tinggalkan saja,aku disini? Dasar bebek banyak omong!!
Aku tak tahan dengan omelannya. Akhirnya aku memandang wajahnya. Cukup ngeri juga sih… melihatnya.. sama saja menyuruhku untuk mengingat kejadian tadi malam.
Tapi benar juga. Jarak rumah cukup jauh dari sini. Kurasa memang harus..
“Asal..
kau mengantarku sampai gerbang rumah dan setelah itu kau harus  pergi.” Kataku memberikan pernyataan.
“Oke..oke..baiklah.” Ia berkata malas tanpa melihat ke arahku.
“Janji??” kataku lebih meyakinkannya.
“Kau benar – benar seperti anak kecil.” kata Leeteuk tertawa.
Aku cemberut mendengarnya. “Jangan banyak bicara.” kataku.
Dia menghela nafas “Janji..” katanya sambil menjulurkan tangannya kembali ke arahku.
Aku melihat wajahnya yang tersenyum.  Lalu aku beralih memangdang ke tangan kirinya yang berada di depanku.
Dengan sedikit perasaan canggung dan segala pikiran yang campur aduk di kepala, ku angkat tangan kananku untuk menggapai tangannya.
Baiklah Taeyeon..dulu kau benar – benar membencinya..dan sekarang kau harus memegang tangannya.. Ahhh pabo!!
Aku benar – benar tak tau harus apa. Ini benar – benar sangat canggung bagiku. Tidak memandang wajahnya. Atau pun berkata padanya. Yang bisa ku lakukan adalah menunduk ke bawah dan akhirnya..
tangan kami berpegangan..
AUTHOR P.O.V
Di sisi lain pada saat yang sama……….
Nunna tangkap ini…” seorang anak kecil laki – laki berteriak ke arah Tiffany.
Mereka berdua sedang bermain sepakbola berdua. Sangat aneh memang melihatnya. Tiffany harus bersusah payah untuk menendang bola kembali yang di tendang oleh adiknya ke arahnya.
“Stop..stop..YongHaa..aku lelah!!” katanya sambil jongkok menangkap bola di tanah.
“Nunna..ayolah..ini sangat menyenangkan.” kata YongHaa protes.
“Bagaimana bisa kau menyuruh seorang wanita bermain seperti ini YongHaa.” Tiffany bangkit sambil membawa bola di tangan dan berjalan ke arah YongHaa yang berdiri menyilangkan tangannya. Terdapat ekspresi sebal di wajah YongHaa.
“Aku lebih menginginkan punya saudara perempuan kau tau?” Dia memberantakan rambut YongHaa dengan tangannya. Lalu jongkok di depan YongHaa yang masih marah.
“Tapi sepertinya sekarang aku berubah pikiran. Kau lebih imut daripada yang lainnya.” Tiffany memegang pipi YongHaa dengan kedua tanggannya lalu mencubitnya. Membuat si anak laki – laki ini tertawa sambil menahan kesakitan.
“Ahh..Nunna jangan lakukan ini.” kata YongHaa sambil menghindar dari gelitikan Tiffany di lehernya.
“Stop…stop..” YongHaa berkata lagi.
Tiffany hanya bisa tertawa penuh kemenangan.
“Kau tahu Nunna? Sebetulnya aku juga lebih suka mempunya kakak sepupu laki – laki. Tapi entah kenapa semuanya perempuan.” kata YongHaa menerangkan.
Tiffany memberikan ekspresi wajah oh-ya nya kepada YongHaa.
“Kau harus bangga mempunyai kakak sepupu yang cantik sepertiku.” kata Tiffany menepuk kepala YongHaa dengan pelan.
“Nunna juga harus bangga mempunyai adik tampan sepertiku.” kata YongHaa menepuk kepala Tiffany, mencoba meniru gerakannya.
“Hmm..emm..tentu saja aku bangga.” kata Tiffany
Mereka berdua masih saling bertatap muka dan tersenyum. Benar – benar hubungan adik dan kakak sepupu yang akrab.
Hwang YongHaa adalah sepupu Tiffany. Dia baru kelas 1 SD. Dan keluarga YongHaa sedang menginap di rumah keluarga Tiffany untuk menikmati hari Minggu bersama.
“Nunna..” panggil YongHaa pelan dengan sebuah senyuman penuh arti di wajahnya.
Mereka masih berada di lapangan taman kota. Dan Tiffany masih jongkok di depannya.
“Ne~?” kata Tiffany memandang YongHaa.
“Emm..Nunna sangat cantik sekali.”
Tiffany hanya tersenyum mendengarnya. Ia memberikan “eye smile” miliknya pada YongHaa.
“Nunna harus mencari pacar, agar aku bisa bermain bola dengan pacar Nunna nanti.” kata YongHaa membuka mulutnya. Wajah senang terdapat pada ekspresinya.
“Apa kau bilang?” kaget, Tiffany sontak berbicara.
YongHaa berlari secepat mungkin menjauh dari Tiffany yang mulai mengejarnya.
“Jadi aku harus punya pacar hanya untuk bisa menemanimu bermain,heh~?” kata Tiffany lagi.
Ia berlari untuk menangkap bocah itu. YongHaa berhenti sejenak dan berbalik untuk memandang wajah Tiffany yang jauh di belakangnya. Ia menjulurkan lidahnya menggoda Tiffany.
“Dasar anak kecil..siapa yang mengajarimu seperti itu?!!!” seru Tiffany jengkel.
“Tangkap aku kalau kau bisa Nunna…!!!” YongHaa tertawa mengejek Tiffany sambil berlari.
Tak mau kalah Tiffany terus saja lari mengejarnya.
“Awas jangan lari kau anak kecil..!!” teriak Tiffany dengan senyum di bibirnya.
YongHaa berlari lebih kencang lagi melewati kebun bunga dan sekarang berada di taman yang penuh dengan pohon. Ia berlari ke kanan lalu setelah itu belok ke kiri sesuai kata hatinya. Tiffany pun terus saja membuntutinya dari belakang. Mereka berdua saling berteriak saling memanggil dan kadang saling mengejek. Tentu saja bagi Tiffany ini hanya untuk bersenang senang.
Disaat semuanya terasa menyenangkan. Tiba – tiba…
“Aaa….” teriak YongHaa. Ia menabrak seseorang saat ingin belok ke jalan arah kiri yang tertutup pohon sehingga dia tak tau ada orang yang datang dari arah sebaliknya.
Tiffany yang masih berusaha mengejar YongHaa dari belakang tidak tahu kalau adik sepupunya itu jatuh. Ia baru sadar setelah mendengar teriakan YongHaa. Tiffany pun bergegas lari secepat mungkin ke arah YongHaa.
TIFFANY P.O.V

Ku dengar suara jeritan YongHaa yang sangat keras. Jantungku  berdetak kencang.   Aku tak akan memaafkan diriku sendiri jika YongHaa kenapa – kenapa. Aku terus saja berlari secepat mungkin ke arah suaranya.
Dari kejauhan aku melihat YongHaa sedang terduduk di tanah. Dan juga seorang laki – laki yang jongkok di depannnya. Ku percepat langkahku. Aku takut jika laki – laki itu melukai YongHaa.
Aku menghiraukan laki – laki itu dan langsung mendekat ke arah YongHaa.
“YongHaa.. kau tidak apa – apa??” kataku hawatir sambil memegang kakinya.
“Nunna tanganku sakit..bukan kakiku.” katanya merengek.
“Tanganmu kenapa??” Tanya Tiffany masih dengan nada hawatir.
“Ahh..maafkan aku. Ini semua salahku.” laki – laki tadi berbicara. Aku langsung berbalik untuk melihata wajah laki – laki itu yang selama ini ku hiraukan.
“Kau?????” aku  dan laki – laki itu berkata bersamaan setelah kami  saling bertatap muka.
AUTHOR P.O.V
“Sekali lagi aku mohon maaf atas kejadian tadi.” Katanya.
“Eh tidak apa – apa. Benarkan YongHaa??” kata Tiffany lalu beralih memandang YongHaa yang sedang di gandengnya.
“Benar tidak apa – apa…ini juga karena aku tidak melihat kalau di depanku ada orang. Lagipula tanganku juga sudah tidak sakit lagi.” Kata YongHaa menunjukan tangan kepada Tiffany.
Tiffany hanya bisa tersenyum.
“Ee…Nunna bagaimana aku memanggil orang ini??” tanya YongHaa pelan kepada Tiffany, karena YongHaa malu bertanya pada orang yang dimaksudnya.
“Karena kau memanggil Tiffany dengan Nunna..panggil aku… Siwon Hyung.” Kata Siwon.
Walaupun YongHaa bertanya pada Tiffany dengan nada pelan tak membuat Siwon  tak bisa mendengar perkataan YongHaa. Karena mereka berjalan bertiga bersampingan dan YongHaa berada di tengah, diantara Siwon dan Tiffany.
“Ooo…Hwang YongHaa imnida. Panggil aku YongHaa , Siwon Hyung..” kata YongHaa dengan senang dan setelah itu dia tertawa sendiri.
“Waeyo?? Kenapa tertawa??” Tanya Siwon heran.
“Aniyaa.. ini sangat menyenangkan memanggilmu dengan Hyung. Aku hanya punya kakak perempuan selama ini.” Kata YongHaa cemberut menceritakan apa yang dipikarannya.
Siwon tertawa mendengarnya.
“Jadi….
Siwon Hyung adalah pacar Tiffany Nunna??” Tanya YongHaa tiba – tiba.
“Mwo???” kedua orang dewasa itu berkata bersamaan lagi. Dan reflek mereka ber dua berhenti berjalan dan memandang kea rah YongHaa yang diapit ditengah. Si anak kecil ini ikut berhenti karena ia masih di gandeng oleh Tiffany. Dia memberikan ekspresi bingung kepada Nunna dan Hyung-nya itu.
Membuat jantung Tiffany berdetak dengan cepat karena kaget dan malu atas perkataan adiknya ini.
“Haha bukan..Tiffany Nunna adalah teman sekolah Hyung.” Kata Siwon dengan biasa.
“YongHaa-ssi apa yang kau katakan..jangan bicara seenaknya!!” Kata Tiffany menasehati.
“Jadi bukan ya..?? Padahal ingin ku ajak main bola bersama” kata YongHaa dengan wajah cemberut.
Tiffany yang melihatnya merasa malu pada Siwon. Karena dia takut kalau Siwon menyangka kalau dia berkata macam – macam pada YongHaa.
“YongHaa…” kata Tiffany sambil mengelus kepala adik laki – lakinya itu.
“Kau ingin main bola? Bagaimana kalau denganku saja? Kau mau?” kata Siwon tiba – tiba.
“Chinca?? Siwon Hyung mau bermain bersamaku??” jerit YongHaa dengan gembira.
Tiffany yang mendengarnya pun langsung melihat Siwon dengan tatapan kagum. Ia bahkan telah membuka mulutnya tanpa berkata apapun karena kaget mendengarnya.
“Ne~.” kata Siwon tersenyum ke arah YongHaa.
YongHaa tambah gembira. Dia membuka mulutnya lebar ,lagi tak percaya. Seperti ingin mengucapkan  sesuatu tapi tertahan di tenggorokan.
“Yeee!!! Baiklah..ayo main!! Tapi tunggu..ah ya bolanya tertinggal di tempat yang tadi!!” YongHaa berkata pada Siwon. Kali ini semua perhatiannya tertuju pada Siwon. Dia melepas gandengan Tiffany dan sekarang berpegangan pada tangan Siwon.
“Tunggu sebentar Hyung..aku akan mengambilnya.” Setelah berkata itu pada Siwon, YongHaa berlari secepat mungkin. Mendahului mereka berdua.
“Hati – hati YongHaa-ssi..!!!” teriak Tiffany dari belakang. Tapi tak ada gunanya. Karena terlalu bersemangat YongHaa hanya menghiraukan teriakan Tiffany.
“Dasar anak kecil…” kata Tiffany pelan.
Membuat Siwon yang disampingnya tertawa. Tiffany memandang wajah Siwon lalu tersenyum malu karena tingkahnya sendiri.
Mereka berdua lalu berjalan pelan menyusul YongHaa.
“Dia adikmu?” Siwon bertanya pada Tiffany untuk menghindari rasa canggung pada mereka.
“Dia adik sepupuku lebih tepatnya.” Jawab Tiffany mencoba untuk biasa.
Dalam hatinya dia benar – benar senang sekali. Senang karena dia bisa berdua dengan seorang Choi Siwon salah seorang pujaan di sekolah yang disukai banyak orang. Sebagai seorang wanita biasa, hatinya pun berdetak dengan kecang saat berbicara dengan laki – laki itu.
“Kalian terlihat akrab sekali.” Kata sang pria memuji.
“Ne~” kata Tiffany singkat dengan senyum yang tak mau hilang dari bibirnya.
“Eee..aku..aku ingin minta maaf tentang perkataan YongHaa tadi masalah pa-pacar? Anak kecil memang suka asal bicara.” Kata Tiffany. Ia memberikan tawa yang dibuat – buatnya agar berkesan memang tidak ada apa – apa.
“Tentu..tidak apa – apa..” jawab Siwon sambil melihat ke arah Tiffany.
Tiffany yang melihat ke arah Siwon langsung membuang mukanya saat melihat Siwon juga sedang melihatnya.
“Fany..tenanglah…bersikaplah biasa..dia hanya seorang..Choi Siwon. Choi Siwon?? Aaaaa….!!!”
Tanpa sepengetahuan Siwon, Tiffany menyentuh dadanya sendiri untuk merasakan jantungnya yang berdetak kencang. Laku dia menarik nafas panjang dan menghembuskannya pelan.
Siwon sebaliknya. Dia memasukan tangannya ke dalam kantung celana. Lalu melihat kea rah langit.
Ke duanya seperti sedang berfikir tentang topik apa yang ingin dibicarakan agar tidak merasa canggung.
“Kau…” mereka lagi – lagi berbicara bersamaan.
“Kau duluan…” dan lagi, secara bersama, Membuat mereka tertawa atas kelakuan mereka sendiri.
“Apakah a..aku dan YongHaa mengganggumu?? Seharusnya kami tak disini dan mengganggu kegiatanmu. Aku minta maaf..” kata Tiffany merasa bersalah.
“Ah..Ti-tidak, untukku tidak masalah..” Siwon melambaikan tangannya.
“Nunna..!!Siwon Hyung!! aku sudah menemukan bolanya..” tiba – tiba YongHaa datang berlari kea rah mereka . Dan ia membawa bolanya di tangan.
“Ayo main..ayo main..” dia menarik narik tangan kanan Siwon. YongHaa benar – benar sangat senang.
“Baik..baik.” Dan Siwon dengan sabar meng ‘iya’ kannya.
Tiffany tersenyum melihat kelakuan mereka berdua. Dia hanya bisa diam dan melihat adegan itu.
“Ayo kita main di lapangan sana..!!”
YongHaa menarik Siwon untuk mengikutinya. Siwon tak bisa apa – apa dia hanya mengikuti langkah YongHaa yang menggandengnya.
TIFFANY P.O.V
Aku tersenyum melihat Siwon yang di tarik – tarik tangannya oleh YongHaa. Yah mereka benar – benar akrab dengan cepat. Mungkin karena mereka sama – sama namja?? Entahlah..
Aku mengikuti  mereka dari belakang.
Dan YongHaa walaupun Siwon sudah mengikutinya ia tetap saja berceloteh. “Ayo Siwon Hyung..!! Cepat..”
Tapi tiba – tiba Siwon berhenti berjalan. Membuatku untuk melihat wajahnya yang sekarang menatapku.
Aku sedikit merasa gerogi saat melihatnya.
“Ayo…” dia mengulurkan tangan kirinya padaku. Dan berkata lembut padaku.
Apa maksudnya ini? Aku diam melihat tangannya. Apakah dia menyuruhku untuk bergandengan tangan dengannya. Oh Tuhan..benarkah ini nyata..
Tapi..kita baru saja bertemu apakah harus sejauh ini. Tapi jika aku menolaknya dia akan berfikir kalau aku jahat??
Aku akhirnya hanya tersenyum melihatnya. Aku tidak bilang apa – apa. Aku hanya menundukan kepala dan menyembunyikan kedua tanganku di belakang.
YongHaa..untung saja dia tidak tahu apa yang terjadi. Dia terhalang oleh tubuh Siwon untuk melihat kalau Siwon mengulurkan tangannya padaku.
“Hyung..Ayo!!” kata YongHaa tak sabar.
Aku melewati Siwon dan berjalan duluan. Ku lihat sekilas dia menggaruk belakang kepalanya sambil tersenyum. So,kurasa dia tidak marah?  Iya kurasa..
“Siwon Hyung..!!” teriak YongHaa lagi.
“Ne~Ne~.” kata Siwon dengan ramah.
AUTHOR P.O.V

20 menit berlalu. Dan 2 laki – laki itu masih saja bermain bersama. Menendang bola lalu menangkapnya kadang harus berlali, mereka benar – benar menikmatinya. Bahkan sampai – sampai mereka tak menyadari Tiffany telah pergi ke suatu tempat.
“Aku lelah…” kata Siwon sambil membungkuk menyentuh kedua lututnya.
“Aku juga..dimana Nunna?” kata YongHaa sambil menoleh ke kanan dan kiri.
“Aku disini..!!” teriak Tiffany yang datang dari belakang.
Ia membawa 3 buah minuman kaleng di tangannya.
“Kalian pasti haus..ini untukmu.. YongHaa..” Tiffany memberikan minumannya kepada YongHaa.
YongHaa menerimanya dengan senang. “Wah..Nunna baik sekali.” Tiffany tersenyum ke arah YongHaa dan mengelus kepala YongHaa.”Gomawo..”
“Kau bisa membukanya??” Tanya Tiffany kepada YongHaa yang terlihat susah untuk membuka minuman kaleng itu.
“Hyung,tolong..” kata YongHaa menyerahkan minumannya kepada Siwon. Setelah Siwon membukanya ia memberikannya kembali kepada YongHaa “Gomawo..” katanya.
“Nunna, apa yang kau lakukan. Kenapa kau tidak segera memberikan minuman itu kepada Siwon Hyung?” YongHaa mengingatkan Nunnanya yang dari tadi hanya melihatnya.
“Ah benar..”kata Tiffany mengambil satu kaleng.
“Ini..ini  untukmu..” kata Tiffany canggung kepada Siwon.
“Gomawo…” Siwon meraih minuman yan diberikan Tiffany.
“Ah ya..”kata Tiffany tersenyum tersipu.
YongHaa melihat kedua orang dewasa ini dengan tersenyum.
“Ehem…” dia pura – pura batuk.
“YongHaa….” Kata Tiffany menasehati.
YongHaa tertawa. “Nunna dan Hyung sangat cocok sekali..” YongHaa bersembunyi di belakang tubuh Siwon.
“Dasar anak kecil nakal…sini kau..sudah ku bilangkan ..jangan bicara seenaknya!!” Tiffany berjalan ke arah belakang Siwon.
Tapi YongHaa tak mau kalah. Dia berputar kedepan. Lalu jika Tiffany ke depan dia kebelakang lagi.
Membuat Siwon tertawa melihatnya. Dan bingung. Dia berada di tengah – tengah dua orang yang saling mengejar.
YongHaa memegangi kaki Siwon. “Hyung..lindungi aku..!!” katanya sambil bersembunyi di belakang.
“Awas..kau ya.. YongHaa..” Tiffany tak mau tau. Dia terus saja mengejar YongHaa.
Dan jika Tiffany sudah mendekat kepada Siwon. YongHaa menarik Siwon ke belakang sebagai perlindungan.
“Stop..stop..” kata Siwon tertawa sambil memegang tangan YongHaa.
“Siwon Hyung…lindungi aku..Tiffany Nunna..sangat jahat sekali.” Kata YongHaa menggoda Tiffany membuat Tiffany tambah jengkel.
“Apa..?? Apa yang kulakukan padamu heh..”  kata Tiffany sambil tertawa. Tapi masih dengan wajah yang jengkel.
Dan itulah mereka. Mereka tak akan berhenti sampai ada yang lelah. Mereka bertiga sangat senang. Terlihat dari wajah mereka masing – masing yang tak mau berhenti tersenyum.
Di taman Yoido, yang semakin pagi semakin ramai.Dimana banyak keluarga yang berolahraga bersama.  Tapi mereka bisa sesuka hati berlari bermain bersama, karena tak ada yang mengenal mereka disitu.
…………………………………………………………………………………………………………..
Kali ini chapter tentang Siwon – Tiffany. Buat yang suka ama couple ini. Semoga kalian suka sm cerita yang ku buat yah :) Saya tau masih banyak kekurangan disana sini. Tapi saya telah berusaha yang tebaik ^^ dan inilah hasilnya.
Kadang saya berfikir saya salah waktu ttg pembuatan ff ke 2 ku ini?? Sebentar lagi mau ujian. So..ahh apa yg harus ku katakan T.T saya merasa bersalah  :( hwaa…maafkan aku para reader semua.
TERIMAKASIH BANYAK…THANKYOU..KHAMSAHAMNIDA buat kalian yang udah ngikuti ff ku ini dari awal :) buat yang udah komen juga saya benar2 berterimaksih..seperti yang ku katakan di ff ku yg pertama, satu komen = satu kebahagian :D
Dan yah..kurasa liburan ini penuh dg penantian..kekeke…seperti kalian, saya juga selain jadi author juga jadi reader. Bener2 lagi nungguin satu FF yang aku suka,tapi authornya gak ngepublish2. Author ini adalah inspirasi saya. Dia juga TaeTeuk Shipper dan bener2 TOP kalau bikin cerita ttg super generation >.<
So..sepertinya saya terlalu byk omong =,= Sudahlah lupakan..

HHBL part.6


Hari – hari Bersama Leeteuk “Part 6″


Title : Hari – hari Bersama Leeteuk “Part 6
Sub Tittle : Telepathy
Author : kimmyelf
Main cast : Leeteuk, Kim Taeyeon , Im Yoon Ah,  SNSD , Super Junior, TaeTeuk.
Rating : T , AU
Genre : Romance, School life, Friendship.

From : Duck
To : Taeyeon
Jangan terlalu pikirkan permintaanku tadi, oke? :)  Tenang saja aku tak akan ke rumahmu. Lagi pula, besok aku punya acara dengan sahabat2 ku. So, tidurlah yang nyenyak dan mimpikan aku .. kekeke :D Selamat malam, Taengoo… <3 :*

Secercah senyum berada di bibir Taeyeon.  Walaupun ia belum benar – benar percaya dengan ucapan Leeteuk tapi setidaknya ia sudah sedikit merasa lega. Ia menaruh hapenya di meja yang berada di samping tempat tidurnya. Lalu mematikan lampu tidurnya.
“Selamat malam….Lee-teuk.” ia berbicara sendiri dengan pelan. Dan akhirnya mulai untuk tidur.
chapter 6
TAEYEON P.O.V
Sebuah cahaya menerpa wajahku, membuatku untuk menutup mata dengan tangan kanan. Dengan pandangan yang rabun gara-gara sinar cahaya itu, aku mencoba melihat seseorang berada di depanku. Tepat di dekat jendela kamar tidurku. Sepertinya dia yang membuka tirainya.
“Sudah bangun…?” sesosok bayangan itu berkata padaku.
Aku mengernyitkan dahi.  Dan mulai duduk di tempat tidur dari sebelumnya  pada posisi tidur. Aku menggosok-gosok kedua mataku untuk memperjelas penglihatanku yang masih kabur.  Kuamati sesosok bayangan itu mulai dari kaki sampai akhirnya aku bertatapan mata dengan “nya”.
Benar – benar tak percaya, wajah itu di-dia…
Hampir saja aku berteriak. Tapi kututup mulutku erat – erat dengan kedua tanganku.
“K…kau??” kataku terbata – bata.
“Apa kau tidur nyenyak…. Taengo??”  sesosok bayangan itu berkata kembali. Kali ini dengan senyuman di wajahnya yang bisa kulihat dengan jelas.
Benarkah dia…
Aku menoleh ke arah samping kanan dan kiriku, apakah aku masih benar – benar berada di kamar tidurku sendiri. Dan memang, semua tak ada yang berubah , kecuali dia..
Duck ..
Lee ..
Leeteuk, yang berdiri bersandar di jendela kamar. Dan dia berada di dalam kamarku.
Bagaimana bisaaa???
AUTHOR P.O.V


Taeyeon masih duduk di ranjang tempat tidurnya dengan wajah yang benar – benar kaget. Ia memakai baju tidur warna biru dan kaki ditutupi oleh selimutnya. Sedangkan, Leeteuk berdiri di depan Taeyeon sambil bersandar di jendela kamar Taeyeon.
Ia memakai celana hitam yang dipadukan dengan kemeja santai lengan panjang warna putih. Kedua kancing lengan panjangnya tak dikancingkan dengan rapi. Melipat kedua tangannya di dada dan tersenyum ke arah Taeyeon.  Leeteuk masih saja melihat ke arah Taeyeon sedangkan Taeyeon sendiri masih bingung melihat sekeliling ruang kamarnya.
“Apa yang kau cari?” kata Leeteuk setelah ia sendiri bingung melihat Taeyeon memandang ke arah samping kanan dan kirinya dengan wajah bingung.
“Kau..” Taeyeon mulai bicara setelah ia kembali melihat wajah Leeteuk.
“A-apa yang kau lakukan di kamarku?”  kata Taeyeon melanjutkan sambil menunjuk Leeteuk dengan telunjuk kanannya.
Leeteuk hanya diam saja. Ia merubah ekspresi wajahnya dari bingung ke senyum menyeringai.
“Kenapa tertawa?” kata Taeyeon lagi.
Dia mulai berjalan pelan ke arah samping kanan, ke arah meja belajar Taeyeon. Dimana semua buku – bukunya tertata rapi.
“Bagaimana kau bisa masuk ke sini?” Wajah Taeyeon mulai pucat. Matanya melebar untuk memikarkan hal – hal yang menakutkan yang ia bisa pikirkan tentang bagaimana Leeteuk bisa masuk ke kamarnya.
Leeteuk tak menjawab pertanyaannya. Dia  mengambil  satu buku yang berada di rak dan membolak – balik halamannya. Melihat sampul depannya, mengernyitkan dahinya lalu meletakan kembali ke meja.
“Jangan sentuh barang – barangku..!!” Taeyeon berteriak sebal. Membuat Leeteuk menoleh ke arahnya lalu tersenyum kembali.
“Kenapa kau tak menjawab pertanyaanku..” kata Taeyeon. Leeteuk mengembalikan pandangannya ke arah meja belajar Taeyeon.
“Sejak kapan kau di sini? Jangan – jangan kau pencuri??” Taeyeon mengangkat telunjuk tangan kanannya di depan wajahnya sendiri.
Disaat ini dia benar – benar ketakutan. Berdua dengan Leeteuk di kamarnya. Sedangkan tadi malam dia tidak mendengar satu orang pun yang masuk ke kamarnya. Dia masih ingat betul setelah menonton film, Yoona duluan masuk kamar dan dia pun juga mengikutinya masuk ke kamarnya sendiri.
Hanya satu hal yang berkaitan dengan Leeteuk. Dia saling berkirim pesan dengan Leeteuk. Tapi hanya pesan. Tak ada yang lain. Leeteuk memang bilang ingin ke rumah Taeyeon. Tapi tentu saja dia masih punya otak,bukan cara seperti ini.
Atau..
Dia memang benar – benar sudah gila..
“Yoona..benar,masih ada Yoona…” kata Taeyeon.
“Tolong aku Yoona!!! Di sini ada pencuri..!! Tolong aku!!” Taeyeon berteriak kencang sekali untuk memanggil teman satu rumahnya.
Leeteuk tak membiarkannya. Ia membalikan badan ke arah Taeyeon.
“Apa kau tak ingat??” Leeteuk akhirnya membuka mulutnya kembali. Membuat Taeyeon terdiam memandangnya.
Mereka saling bertatap muka.
Taeyeon memberikan Leeteuk wajah ‘tak mengerti’.
“Ingat? Ingat apa?” Taeyeon mengernyitkan dahinya.
“Kau benar –  benar tak ingat Taengo?” Leeteuk memasukan kedua tangannya ke kantong celananya. Lalu berjalan pelan ke arah tempat tidur Taeyeon.
“Apa??” Kata Taeyeon kesal.
Saat Taeyeon berkata seperti itu, Leeteuk sudah sampai di pinggir tempat tidurnya.
Ia duduk di tempat tidur Taeyeon, melihat ke arah depan.
Sedangkan Taeyeon duduk di belakangnya, hanya bisa melihat punggung Leeteuk yang berada di sebelah kanan.
Sambil menggaruk kepalanya Leeteuk berkata “Benar – benar tak ingat….”
“Yang terjadi tadi malam??” kata Leeteuk melanjutkan sambil menoleh ke belakang melihat wajah Taeyeon yang bingung setengah mati.
“Jangan bercanda Leeteuk..tadi malam tak ada yang terjadi.” Setelah berfikir beberapa saat, akhirnya Taeyeon berkata.
Mereka saling bertatap mata beberapa saat.
Kali ini dengan jarak yang cukup dekat.
Leeteuk yang pertama kali untuk  membuang suasana ‘diam’ ini. Leetuk tertawa kecil melihat ekspresi wajah Taeyeon yang memandangnya  tanpa berkedip seperti itu. Membuat wajah Taeyeon memerah.
“Benarkah itu?” Leeteuk menyondongkan kepalanya.
Ia menaruh tangannya ke depan sebagai tumpuan badannya. Membuat dia tampak dekat sekali dengan wajah Taeyeon. Dan Taeyeon reflek untuk mundur ke samping.
“A-aku…ehh..be-benar – benar tak ingat,” kata Taeyeon gugup.
“Tapi sepertinya ada yang terjadi tadi malam…” Leeteuk mulai mendekat lagi.  Ia mengangkat satu alisnya dan tersenyum nakal.
“Apa yang kau lakukan?  Jangan mendekat…!!” Taeyeon mulai berteriak dan mundur ke belakang.
Dengan wajah yang ketakutan dan jantung yang berdebar- debar. Taeyeon berusaha dengan keras menjauh dari  Leeteuk. Tapi Leeteuk tak mau mendengarkannya.
“Jangan..tidak..jangan mendekat..pergi…!!!!” kata Taeyeon. Ia mundur ke belakang lagi sampai ia tak sadar bahwa ia berada di pinggir tempat tidurnya.
Karena Taeyeon tak melihat tangannya yang seharusnya berada di tempat tidur, akhirnya ia terpeleset dan membuat tubuhnya tak seimbang.
“Jangan de…”
“Tae…” Leeteuk menjulurkan tangannya. Untuk meraih tangan Taeyeon tetapi..
“Aaaa!!!!!”
AUTHOR  P.O.V



Brukkkk…………..

“Aaa….!! Ouh… sakitttt…!!” Taeyeon menggeram kesakitan sambil memegangi belakang kepalanya.
Ia sekarang berbaring di lantai. Kepalanya terbentur cukup keras dan membuatnya pusing.
Setelah beberapa saat akhirnya ia tersadar,bahwa tadi Leeteuk masih berada di kamarnya.
Taeyeon mulai bangkit berdiri melihat ke arah tempat tidurnya, lalu melihat jendela kamarnya yang ternyata masih tertutup rapi. Ia mengecek sekali lagi. Mengamati ke penjuru arah kamarnya untuk mengamati keadaan. Setelah ia benar – benar yakin tak ada seorang pun di kamarnya selain dia, ia lalu duduk di pinggir tempat  tidurnya.
“Mimpi??” Ia bertanya pada dirinya sendiri.
Taeyeon memegangi lehernya. Ia terdiam memikirkan apa yang terjadi. Tepatnya mimpi yang baru saja ia alami.
Segalanya, mulai dari wajah Leeteuk, senyumnya, baju yang ia pakai dan saat Leeteuk mendekatkan wajahnya pada Taeyeon. Memikirkan itu membuatnya pusing.
“Taeyeon apa yang kau pikirkan?? Tenang saja itu hanya mimpi…” ia menggeleng – gelengkan kepalanya. Mencoba membuang pikiran itu.
Tapi saat ia terdiam, mimpi itu muncul kembali.
“hahh..!!” Taeyeon menghentakan nafasnya.
“Oke jam berapa ini?” Ia mengambil ponselnya dan melihat jam.
03.30 tertulis di layar ponselnya. Ia mengernyitkan dahinya. Lalu mulai berbaring lagi di tempat tidurnya. Mencoba untuk tidur kembali.
@Rumah Leeteuk (04.30 PAGI)
Leeteuk sedang duduk di atas samping ranjangnya.  Badannya menunduk ke bawah untuk menali tali sepatu olahraganya.  Satu ikatan lagi dan akhirnya selesai. Setelah semua rapi ia berdiri menuju ke pintu kamar.
Keadaan rumah masih sepi. Dan gelap. Ia berjalan melewati ruang tengah. Sesaat kemudian seseorang memanggilnya.
“Maaf tuan muda,hari masih terlalu pagi anda mau ke mana?”
Ketua pelayan di rumah Leeteuk bertanya tiba – tiba dari belakang setelah ia melihat Leeteuk berada di ruang tengah untuk pergi keluar. Walaupun dia sudah tahu dengan melihat pakaian Leeteuk yaitu sebuah jaket dan celana panjang olahraga plus sepatu yang dipakainya. Tapi ia hanya ingin memastikannya saja.
Dengan suara yang memanggilnya Leeteuk berhenti dan menoleh ke arah belakang.
“Aku hanya ingin jogging, sudah lama aku tak pernah melakukannya,” kata Leeteuk ramah.
“Ah begitu..kalau begitu hati hati tuan muda,” balas pelayannya.
“Mr. Moon tenang saja aku bukan anak kecil lagi,” kata Leeteuk sambil tersenyum.
Mendengar perkataan Leeteuk pelayannya merasa bersalah. “Maafkan aku tuan muda..saya hanya menjalankan perintah nyonya, segala yang tuan muda Leeteuk lakukan harus ..”
“Aku mengerti,tidak apa –apa,” potong Leeteuk menunjukan sisi baiknya.
“Aku akan bawa mobilku..mungkin aku akan jogging di taman kota,” Leeteuk memperlihatkan kunci mobilnya ke Mr. Moon. “ Tidak akan lama.. tenang saja Mr. Moon,” kata Leeteuk.
Mr.  Moon tertawa mendengar perkataan Leeteuk. Leeteuk pun lalu pergi ke luar rumah. Mengambil salah satu mobil di garasi rumahnya yang besar, menghidupkan mesin mobil  lalu pergi.
@RUMAH TAE & YOONG (04.15)

Taeyeon berguling ke kanan lalu beberapa saat pindah ke arah kiri. Hampir setengah jam lebih ia tak bisa tidur,walaupun ia telah mencobanya. Mimpi tadi membuatnya berfikir macam macam. Dia mulai kesal sendiri. Ia bangkit dari tempat tidur dan duduk di pinggir tempat tidurnya lalu berfikir sejenak.
Tanpa berkata ia langsung pergi ke luar kamar. Di rumah, tentu saja Yoona masih tidur nyenyak di kamarnya. Jam 04.15 memang sangat terlalu pagi.
Tok ..tok..tok..
Taeyeon mengetok pintu kamar dongsaengnya itu.
“Yoona..” dia mencoba memanggilnya.
Sedangkan di kamar, Yoona belum bangun.
TAEYEON P.O.V

“Yoong…” aku berhati-hati membuka kamar Yoona yang tidak dikunci. Sebuah kamar yang ukurannya sedang tapi sangat rapi. Lampu kamarnya tidak dimatikan itulah mengapa Yoona tidak suka satu kamar denganku  karena dia tidak bisa tidur dalam kegelapan.
“Ahhh…” Yoona menggeliat dan berbalik ke samping kiri. Tepatnya membelakangiku. Aku berjalan mendekati tempat tidurnya.
“Yoona apa kau masih tidur??” tanyaku dengan nada pelan.
“Ada apa Eonnie..??” katanya dengan nada malas.
“Kurasa kau masih tidur..” kataku menghela nafas. Padahal aku ingin mengajaknya..
“Hemm…” Balas Yoona dengan mata tertutup.
“Aku butuh udara segar..Aku bosan dan tidak bisa tidur. Boleh pinjam sepedamu?” kataku sambil melihatnya. Walaupun dia terus saja membelakangiku.
“Hmm..ya..” katanya malas.
“Kau tak mau ikut?” kataku memastikan.
“Tidaakk…” balasnya.
“Kau bahkan tak menanyaiku dulu aku mau kemana ? Kau yakin?” kataku
“Iya…hoamm..emm” kata Yoona.
“Kau tidak takut kan sendirian di rumah??” godaku mengganggunya.
“Aaahhh….Eonnie..!!!” dia membalasku dengan nada kesal. Aku tertawa kecil. Cukup merasa senang melihat Yoona marah seperti ini. Walaupun setelah itu ia tidur kembali.
Aku beranjak bangun dari tempat tidurnya. Meninggalkan Yoona yang ku kira sudah terlelap kembali di mimpi indah. Tapi…
Eonnie…” aku berhenti sebelum menutup pintu kamarnya. Ia melihatku dengan mata mengantuknya yang mencoba untuk dilebarkan.
“Hati – hati…” lalu ia kembali berguling membelakangiku.
Dan aku hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalaku melihat tingkah laku anak itu.
……………………………………………………………………………………………………………………
Tak tahu mau kemana. Sepeda terus saja kukayuh. Udara pagi yang dingin menusuk. Tapi lama sekali aku tidak merasakan ini. Selama ini selalu disibukan dengan belajar sampai tak pernah bangun pagi untuk olahraga.
Tak terasa aku telah sampai di jalan raya. Tentu saja jalanan masih sepi. Hanya beberapa mobil saja yang berlalu lalang. Sangat menyenangkan. Aku suka suasana ini.
Aku melewati trotoar di sisi kanan jalan. Pohon – pohon di tengah kota yang rapi berjajar. Burung – burung yang terbang. Langit yang masih gelap.
“Ahh seharusnya aku membawa kamera untuk memfoto semua ini.” Aku berkata dengan kecewa.
Di perempatan jalan Gungnam. Aku belok ke kiri untuk menuju ke jalan Doram. Tapi entah kenapa  aku tertarik ke arah taman kota yang cukup ramai. Bukan sangat ramai. Tapi lumayan ramai untuk ukuran jam seperti ini. Kulihat jam tanganku yang tadi kupakai dari rumah.
Jam 05.00 pagi.
Akhirnya aku masuk ke area taman kota ini. Taman Yoido. Sudah lama aku tak pernah kemari. Aku berkeliling di taman ini dengan sepeda yang kubawa. Sesekali berpapasan dengan orang orang yang sedang jogging. Juga lansia yang naik sepeda. Ternyata juga banyak anak – anak yang sedang bermain basket dan sepatu roda di sini. Ah ya, aku baru ingat. Bukankah hari ini hari Minggu. Tentu saja ramai. Banyak orang – orang bahkan satu keluarga yang sedang olahraga atau sekedar jogging di sini.
Selain areanya yang nyaman untuk olahraga di sini juga terdapat taman bunga yang indah. Banyak burung – burung yang terbang di sekeliling. Aku mencoba mengganggu mereka dengan melawatinya di tengah sehingga membuat burung – burung itu terbang kembali. Aku tertawa senang. Sampai akhirnya aku tak sadar aku berjalan ke arah samping dan akhirnya menabrak sebuah batu di pinggir taman.
Karena kaget dan terjadi secara tiba – tiba aku tak bisa menyeimbangkan badanku.
AUTHOR P.O.V
Taeyeon masih berusaha untuk tidak jatuh. Dengan kaki kirinya yang mencoba menahan. Tapi apa yang terjadi? Kakinya tergelincir. Membuatnya tak bisa bertahan dan..
“Aaaa……!!!”
Brukkk…….
Ia jatuh ke tanah. Sepedanya berada di atas kedua kakinya. Dan kepalanya terbentur ke tanah.
“Ah…aduh…kenapa hari ini sial sekali sih..ahh..” ia menggeram kesakitan dan mencoba untuk berdiri. Tapi sepeda yang berada di atas kakinya membuatnya sulit berdiri.
Ia hampir saja menangis. Karena di sana tak ada orang yang menolongnya. Tempat yang Taeyeon lewati adalah area sepi. Jarang sekali orang melewati ajalan di area taman itu.
Ia mencoba berdiri lagi. Tapi tak bisa. Dan kali ini dia merasakan sakit pada pergelangan kaki kirinya.
Taeyoen menggigit bibirnya menahan sakit dan menundukan kepalanya.
Tiba – tiba seseorang datang dan menyingkirkan sepeda Taeyeon dari kakinya. Taeyeon mengangkat kepalanya untuk melihat siapa orang itu.
“Jangan menangis seperti anak kecil.” Orang itu menggodanya.
Taeyeon kaget melihat siapa orang itu dan hanya cemberut mendengar ucapannya.
“Kau tak apa Taengo?”
Leeteuk..
Dialah yang menolong Taeyeon. Ia sekarang jongkok di depan Taeyeon agar dia bisa menolongnya.
“A-aku tidak apa – apa ..siapa bilang aku menangis. Lihatlah ini aku…Ahh.” Taeyeon mencoba memperlihatkan Leeteuk bahwa ia tidak apa – apa. Ia mencoba berdiri. Tapi gagal, karena kakinya yang terkilir membuat jatuh kembali
Untung kali ini, Leeteuk menangkapnya dari samping. Membuatnya sekarang berada di pangkuan Leeteuk. Taeyeon kaget hanya terpaku dan tak tahu mau bilang apa.
“Benarkah itu??” kata Leeteuk setelah mereka berdua saling bertatapan mata.
Kata – katanya..jarak antar mereka.. membuat Taeyeon teringat kembali pada mimpinya tadi.
Babo!!” Taeyeon mendorong wajah Leeteuk untuk menjauhinya.
“Ahh..apa yang kau lakukan,” Kata Leeteuk dengan wajahnya yang masih ditutupi tangan Taeyeon.  Ia menurunkan Taeyeon dari pangkuannya dan mendudukannya di bawah. Sedangkan Taeyeon masih menggeram kesakitan.
“Luruskan kakimu..!!” perintah Leeteuk.
Tanpa protes Taeyeon mengikuti perintah Leeteuk. Leeteuk memegangi kaki kiri Taeyeon. Lalu membuka sepatu Taeyeon.
“Apa yang kau lakukan?” kata Taeyeon takut.
“Diamlah..tahan sedikit.” kata Leeteuk memerintahkan.
Kedua tangan Leeteuk memegangi telapak kaki Taeyeon, lalu memberikan sedikit dorongan ke belakang.
“Aaaaa…” Taeyeon berteriak kesakitan. Dan menengadahkan kepalanya ke atas.
“Itu agar tidak menjadi lebih serius pada  pergelangan kakimu. Sepertinya kakimu terkilir” jelas Leeteuk.
Leeteuk mengambil sepatu Taeyeon dan berusaha memakaikannya kembali.
“Biarkan aku melakukannya sendiri..” sela Taeyeon sambil mencoba meraih tali sepatunya yang akan diikatkan Leeteuk.
“Tidak..biarkan aku membantumu,” kata Leeteuk terus saja menali sepatu Taeyeon.
Dan Taeyeon hanya terdiam melihatnya.
“Kita memang ditakdirkan untuk bertemu..walaupun kita sendiri berkata tidak bisa,” kata Leeteuk memandang Taeyeon. Ia tertawa dan mengikat ikatan terakhir untuk tali sepatu Taeyeon.
“Berkata bahwa aku ingin bisa bertemu denganmu di hari minggu… Hmm telepatiku padamu ternyata berhasil,” kata Leeteuk memandang wajah Taeyeon.
Tersenyum..
-TBC-

HHBL part.5


Hari – hari Bersama Leeteuk “part 5″


Title : Hari – hari Bersama Leeteuk “Part 5″
Sub Tittle : SMS
Author : kimmyelf
Main cast : Leeteuk, Kim Taeyeon , Im Yoon Ah,  SNSD , Super Junior, TaeTeuk.
Rating : T
Genre : Romance, School life, Friendship.
Yoona mengambil gelas yang berisi air putih miliknya. Lalu meminumnya. Semua orang tampak selesai makan. Dan jam istirahatpun akan selesai. Dia tak tau harus apa. Donghae sedang asik mengobrol dengan Eunhyuk. Taeyeon tentu saja berdebat dengan Leeteuk. Sembunyi – sembunyi ia menatap wajah Donghae. Entah kenapa dia merasakan detak jantungnya berdegup kencang lagi.
“Yoona..” terdengar seseorang memanggilnya. Dan ternyata adalah Yuri yang duduk di depannya.
“Kalian berdua serasi sekali…hihihi.” Kata Yuri tanpa mengeluarkan suara. Tapi Yoona bisa mengerti ucapan Yuri dengan melihat gerakan bibirnya.
“Unniiee…!”kata Yoona tanpa mengeluarkan suara juga.
Yuri membalas Yoona dengan menjulurkan lidahnya lalu tertawa pelan.


chapter 5

AUTHOR P.O.V

“Bye Oppa….!!” Kata Hyoyeon kepada Eunhyuk yang pergi berjalan ke arah kelasnya. Eunhyuk dengan senyum lebar di wajahnya membalas dengan melambaikan tangan kepada Hyoyeon. Hyoyeon mengigit bibirnya karena tak bisa menahan senyumannya, dia benar – benar berbunga – bunga.
Semua tampak saling berpamitan sebelum mereka menuju ke kelas masing – masing. Tampak kegembiraan di wajah mereka.
“Terimakasih telah memperbolehkan kami duduk bersama kalian.” Kata Leeteuk sambil membungkukan badan kepada 8 sahabat Taeyeon. “Sampai jumpa kembali..”lanjutnya.
Dan akhirnya semuanya pergi ke kelas masing masing. Hanya tersisa mereka berdua disana, Leeteuk dan Taeyeon. Masih berdiri .. mereka seperti mengamati para dongsaeng mereka masing – masing pergi dengan aman.
Leeteuk terpaku melihat Donghae dan Yoona yang berdua bersampingan pergi bersama ke kelas mereka. Sangat akrab sekali.
Leeteuk tersadar dari lamunannya, ia menoleh ke samping, dimana tadi Taeyeon berdiri tepat di sampingnya dan sekarang menghilang. Leeteuk menoleh ke belakang dan ternyata Taeyeon sudah berjalan mendahuluinya.
“Ayo cepat pergi ke kelas !!.” kata Taeyeon.
‘’Hei Taeyeon tunggu…!!!” teriak Leeteuk kepada Taeyeon sambil melangkahkan kakinya dengan cepat.
“Kenapa kau cepat sekali?” kata Leeteuk setelah ia sudah berada di samping Taeyeon.
“Jangan seperti anak kecil. Kau pasti sudah hafal jalan ke kelas kita. Lagipula kau lama sekali.” Kata Taeyeon tanpa melihat ke arah Leeteuk.
Leeteuk tak menjawabnya. Ia menghiraukan perkataan Taeyeon. Leeteuk mulai mengangkat ke dua tangannya lalu memegang leher belakangnya.
“Hei Taeyeon apa kau tak merasakan?” kata Leeteuk. Ia sesekali tersenyum  kepada para siswi yang menyapanya saat berpapasan dengannya.
“Kenapa?” kata Taeyeon singkat.
“Sepertinya teman – teman kita jauh lebih akrab dari pada yang kita duga.” Kata Leeteuk.
Mereka berdua melewati ruang loker lalu belok ke arah kanan. Lagi – lagi Leeteuk harus tersenyum kepada fansnya yang berpapasan dengannya.
“Ya,kau benar..kurasa juga begitu.” Kata Taeyeon sambil menoleh ke arah Leeteuk sekilas.
“Kau  juga mengamatinya? Akhirnya kau sependapat denganku ” Leeteuk menoleh ke arah Taeyeon dan tersenyum.
“Sahabatku sangat ramah dan menyenangkan… tentu saja temanmu bisa dengan mudah akrab. Dan sahabatmu ku rasa memang mereka tak seburuk sepertimu.” tandas Taeyeon sambil mengangguk – anggukan kepalanya dan tersenyum menyeringai.
Dan Leeteuk hanya bisa merengut mendengarnya. Diam sejenak. Taeyeon memegangi bibirnya dan menyipitkan matanya. Dia sedang memfikirkan sesuatu.
“Kurasa sahabatmu Donghae menyukai Yoona.” Kata Taeyeon tiba – tiba.
Mereka belok ke kiri melewati deretan kelas I. Mereka terus saja berjalan bersampingan sambil mengobrol tak menyadari para murid lainnya mengamati mereka.
“Haha kau salah..” kata Leeteuk tertawa. “Yoona lah yang menyukai Donghae. Lihat saja pandangan Yoona jika melihat Donghae.” Lanjutnya.
“Donghae yang suka Yoona…bahkan tadi Donghae menggoda Yoona.” Kata Taeyeon membela Yoona. Mereka melanjutkan pembicaraa.
“Bukan, Yoona yang..” kata Leeteuk.
“Stop! Sudahlah untuk apa kita berdebat karena mereka.” Taeyeon memotong perkataan Leeteuk lalu dia masuk ke dalam kelas.
Lagi – lagi Leeetuk hanya merengut karena Taeyeon. Lalu dia juga masuk kedalam kelas.

AUTHOR P.O.V

Jam pelajaran hari Sabtu selesai. Semua murid tampak bahagia. Weekend akhirnya tiba. Dengan senyum cerah Taeyeon menyambut akhir pekan ini. Ia sedang merapikan buku – bukunya dan memasukannya ke dalam tas satu persatu. Ia lalu dengan cepat pergi ke luar kelas. Menemui Yoona yang sedang berdiri di depan kelas menunggunya.
“Unnie…!!” sambut Yoona dengan wajah penuh senyum.
“Kita jadi?” Tanya Taeyeon.
“Tentu…”balas Yoona
“Baiklah ayo….!!!” Kata Taeyeon semangat sambil menggandeng tangan Yoona.
Malam nanti Taeyeon dan Yoona berencana untuk melihat film bersama di rumah. Dan sekarang mereka akan pergi ke toko peminjaman kaset.

@RUMAH (21.00)

Mereka duduk berdua di sofa di ruang tengah. Mata mereka tertuju pada layar tv yang sedang menayangkan film “City Hunter”. Mereka berdua bukan tipe penyuka film – film horror apalagi mereka hanya berdua di rumah itu.
Taeyeon yang bosan karena ini bukan film favoritnya memandang ke sebelah, melihat Yoona dengan eratnya memeluk bantal sambil tersenyum saat bintang favoritnya di film itu muncul.
Dia berbalik menatap layar sambil menggelembungkan pipinya lalu beberapa saat menghembuskan nafasnya lewat mulut. Melihat Yoona, Taeyeon jadi  teringat soal Donghae.
“Yoong..kenapa kau tidak pernah cerita padaku jika kau satu kelas dengannya?” Tanya Taeyeon.
“Siapa maksud Unnie?” Yoona balik bertanya dengan matanya tetap memandang layar tv.
“Dong..” Taeyeon mulai bicara. “Ah Min Ho cepat……cepat datang selamatkan wanita itu.” Yoona mulai bicara sendiri dan memotong pembicaraan Taeyeon. Membuat Taeyeon tak ingin mengganggunya lagi.
HP  Taeyeon tiba – tiba bergetar. Ternyata ada sms masuk.
“Siapa ini?” Ia berbicara sendiri. Menggengam HPnya di depan wajahnya. Taeyeon heran karena tak ada nama di pesan itu. Ia membuka pesannya. Dan tertulis..

From : 081678xxx
Taeyeon…!!!!!! :D

Lalu Taeyeon membalasnya dengan.

To : 081678xxx
Maaf, siapa ini?

Setelah beberapa saat pesannya di balas dengan

From: 081567xxx
Kau tak mengenalku? :/
Aku adalah pangeranmu ;D


Taeyeon mulai bisa menebak siapa yang mengiriminya pesan. “Leeteuk..benar! siapa lagi coba?Kenapa dia bisa tahu nomorku?” pikir Taeyeon “Ah ya..dia merampok hp ku.”
Dulu, Leeteuk memang pernah menyimpan nomornya di hape Taeyeon tanpa persetujuan Taeyeon. Karena Taeyeon kesal ia mengahapus nomor Leeteuk.

To : 081678xxx
-,-
Pangeranku tak jelek sepertimu…Leeteuk!!:p


Taeyeon memencet tombol send dengan sedikit emosi.
Beberapa saat Leeteuk membalasnya.

From : 081678xxx
Akhirnya kau mengenaliku. Bukankah aku sudah memberimu nomorku??
Dan jika aku jelek tak mungkin banyak wanita di sekolah yang mengejar – ngejarku :p :D kekeke…


Lalu Taeyeon membalasnya.

To : 081678xxx
 Mereka tidak tahu kau yang sebenarnya -,- Untuk apa aku menyimpan nomormu? :p

Baru beberapa saat pesan terkirim. Leeteuk sudah membalasnya.

From: 081678xxx
Jangan cemburu jika aku punya banyak penggemar. Itulah kenyataannya :D
Just save!!!! Okey :)


Taeyeon menyipitkan matanya.


To : 081678xxx
Yah..siapa yang cemburu :p
dan jangan menyuruhku =,=

Taeyeon berfikir sebentar lalu mulai mengetik pesan lagi.

Ahh aku tahu.. kalau begitu akan ku beri nama kontakmu dengan nama Duck …kekeke :P


Tambah Taeyeon di pesan itu. Lalu ia memencet tombol send.

Taeyeon tertawa licik sambil mengotak atik hapenya dan mulai menyimpan nomor Leeteuk. Dan seperti yang dikatakannya ia mengganti nama kontaknya. “D-u-c-k.” Taeyeon mengeja hurufnya. “Selesai.” Ia lalu memencet tombol ok untuk menyimpannya. Terdapat senym puas di wajahnya.
Tak di sangka Yoona yang dari tadi sedang sibuk dengan menonton filmnya. Melirik ke arah Taeyeon.
“Duck?” Yoona tiba – tiba berbicara.
“Ah..? E Itu..temanku tanya apa arti bebek dalam bahasa inggris? hehe” Taeyeon memberikan tawa yang ia buat – buat kepada Yoona.
“Ooh..” jawab Yoona percaya. Yoona pun kembali menatap layar tv.
Hape Taeyeon bergetar kembali.

From : Duck
To : Taeyeon
Bebek?? -,- Apa aku punya bibir yang panjang dan lebar..kau tak liat seberapa tampannya aku? :)

Taeyeon membalasnya lagi.

To : Duck
From : Taeyeon
Kau terlalu banyak bicara seperti bebek :p

.
From : Duck
To : Taeyeon
=,=
Baiklah kalau begitu kontakmu akan ku ganti dengan nama “Taengo” ^^

.
To : Duck
From : Taeyeon
Mwo? Taengo? :o apa itu?

.

From: Duck
To : Taeyeon
Panggilan sayangku untukmu.. Taengo <3 ;)

Taeyeon menyipitkan matanya tak percaya.
To : Duck
From : Taeyeon
=,=

.

From : Duck
To : Taeyeon
Ah..aku rindu berdebat denganmu..^^ Kenapa besok minggu ya?:(  bagaimana kalau besok  kita pergi bersama? ;)
.

To: Duck
From : Taeyeon
Kau tak tau betapa senangnya aku karena  besok adalah hari Minggu :D kekeke…
Pabo, daripada melakukan hal yang tak berguna, kerjakanlah tugasmu :p

.
From : Duck
To : Taeyeon
Aku mengerjakan tugas sedangkan kau bersenang – senang di hari minggu. Tidak adil! -,- Ayolah..akan ku jemput , bagaimana? 


“Happy ending…yeahh…hoammmm…” Yoona mengangkat kedua tangannya dan menggeliat.
“Unnie aku mengantuk.” Kata Yoona dengan matanya yang sudah menyipit.”Aku tidur dulu ya.” Ia berkata sambil beranjak dari sofa dan  pergi ke kamarnya.
“Selamat tidur…” Ia melambaikan tangan kanannya kepada Yoona memberikan senyum kepada Yoona yang bahkan sudah berjalan membelakanginya. Lalu Taeyeon cepat – cepat membalas pesan Leeteuk.

To : Duck
From : Taeyeon
Pabo!!! Jangan!!!! Ada urusan penting yang akan ku kerjakan. Jangan ke rumahku!!!
.
From : Duck
To : Taeyeon
Urusan penting? Apa itu? Aku yakin itu hanya alibimu saja -.-

.

To : Duck
From : Taeyeon
Pokoknya jangan ke rumahku! Titik!

.
From : Duck
To : Taeyeon
Kenapa kau selalu menolak kalau aku ingin datang ke rumahmu? Mencurigakan :/ Bagaimana kalau aku tetap kesana ? kekeke :D

Taeyeon menggigit bibirnya. Takut jika Leeteuk benar – benar akan ke rumahnya.

To : Duck
From : Taeyeon
Ahh…Jangan ke rumahku!!!!! Mengerti?
Sudahlah…aku lelah berdebat denganmu. Aku mengantuk.

.

From : Duck
To : Taeyeon
Kekeke…seorang Leeteuk tak akan kalah dalam urusan bicara :D
Baiklah kalau begitu. Selamat malam Taengo ^,^


“Dasar…!!” Taeyeon tak menjawab pesan Leeteuk. Ia mulai beranjak dari sofa dan pergi menuju kamarnya.

Setelah sampai di kamar Taeyeon langsung membuang dirinya di kasur empuk kesayangannya itu. Mencoba untuk tidur di sela – sela memikirkan bagaimana kalau besok Leeteuk akan benar – benar ke rumahnya. Ia hanya tak suka jika ada laki – laki berada di rumahnya. Apalagi dia hanya berdua dengan Yoona. Taeyeon takut jika akan terjadi sesuatu terhadap Yoona dan dirinya sendiri.
Lamunan Taeyeon buyar karena merasakan hapenya bergetar lagi. “Ahh…benar benar anak ini…” dengan kesal Taeyeon mengambil hapenya. Lalu membuka isi pesannya.

From : Duck
To : Taeyeon
Jangan terlalu pikirkan permintaanku tadi, oke? :) Tenang saja aku tak akan ke rumahmu. Lagi pula, besok aku punya acara dengan sahabat2 ku. So, tidurlah yang nyenyak dan mimpikan aku .. kekeke :D Selamat malam, Taengoo… <3 :*

Secercah senyum berada di bibir Taeyeon.  Walaupun ia belum benar – benar percaya dengan ucapan Leeteuk tapi setidaknya ia sudah sedikit merasa lega. Ia menaruh hapenya di meja yang berada di samping tempat tidurnya. Lalu mematikan lampu tidurnya.
“Selamat malam….Lee-teuk.” ia berbicara sendiri dengan pelan. Dan akhirnya mulai untuk tidur.


-TO BE CONTINUE-