Sabtu, 02 Juni 2012

HHBL part.6


Hari – hari Bersama Leeteuk “Part 6″


Title : Hari – hari Bersama Leeteuk “Part 6
Sub Tittle : Telepathy
Author : kimmyelf
Main cast : Leeteuk, Kim Taeyeon , Im Yoon Ah,  SNSD , Super Junior, TaeTeuk.
Rating : T , AU
Genre : Romance, School life, Friendship.

From : Duck
To : Taeyeon
Jangan terlalu pikirkan permintaanku tadi, oke? :)  Tenang saja aku tak akan ke rumahmu. Lagi pula, besok aku punya acara dengan sahabat2 ku. So, tidurlah yang nyenyak dan mimpikan aku .. kekeke :D Selamat malam, Taengoo… <3 :*

Secercah senyum berada di bibir Taeyeon.  Walaupun ia belum benar – benar percaya dengan ucapan Leeteuk tapi setidaknya ia sudah sedikit merasa lega. Ia menaruh hapenya di meja yang berada di samping tempat tidurnya. Lalu mematikan lampu tidurnya.
“Selamat malam….Lee-teuk.” ia berbicara sendiri dengan pelan. Dan akhirnya mulai untuk tidur.
chapter 6
TAEYEON P.O.V
Sebuah cahaya menerpa wajahku, membuatku untuk menutup mata dengan tangan kanan. Dengan pandangan yang rabun gara-gara sinar cahaya itu, aku mencoba melihat seseorang berada di depanku. Tepat di dekat jendela kamar tidurku. Sepertinya dia yang membuka tirainya.
“Sudah bangun…?” sesosok bayangan itu berkata padaku.
Aku mengernyitkan dahi.  Dan mulai duduk di tempat tidur dari sebelumnya  pada posisi tidur. Aku menggosok-gosok kedua mataku untuk memperjelas penglihatanku yang masih kabur.  Kuamati sesosok bayangan itu mulai dari kaki sampai akhirnya aku bertatapan mata dengan “nya”.
Benar – benar tak percaya, wajah itu di-dia…
Hampir saja aku berteriak. Tapi kututup mulutku erat – erat dengan kedua tanganku.
“K…kau??” kataku terbata – bata.
“Apa kau tidur nyenyak…. Taengo??”  sesosok bayangan itu berkata kembali. Kali ini dengan senyuman di wajahnya yang bisa kulihat dengan jelas.
Benarkah dia…
Aku menoleh ke arah samping kanan dan kiriku, apakah aku masih benar – benar berada di kamar tidurku sendiri. Dan memang, semua tak ada yang berubah , kecuali dia..
Duck ..
Lee ..
Leeteuk, yang berdiri bersandar di jendela kamar. Dan dia berada di dalam kamarku.
Bagaimana bisaaa???
AUTHOR P.O.V


Taeyeon masih duduk di ranjang tempat tidurnya dengan wajah yang benar – benar kaget. Ia memakai baju tidur warna biru dan kaki ditutupi oleh selimutnya. Sedangkan, Leeteuk berdiri di depan Taeyeon sambil bersandar di jendela kamar Taeyeon.
Ia memakai celana hitam yang dipadukan dengan kemeja santai lengan panjang warna putih. Kedua kancing lengan panjangnya tak dikancingkan dengan rapi. Melipat kedua tangannya di dada dan tersenyum ke arah Taeyeon.  Leeteuk masih saja melihat ke arah Taeyeon sedangkan Taeyeon sendiri masih bingung melihat sekeliling ruang kamarnya.
“Apa yang kau cari?” kata Leeteuk setelah ia sendiri bingung melihat Taeyeon memandang ke arah samping kanan dan kirinya dengan wajah bingung.
“Kau..” Taeyeon mulai bicara setelah ia kembali melihat wajah Leeteuk.
“A-apa yang kau lakukan di kamarku?”  kata Taeyeon melanjutkan sambil menunjuk Leeteuk dengan telunjuk kanannya.
Leeteuk hanya diam saja. Ia merubah ekspresi wajahnya dari bingung ke senyum menyeringai.
“Kenapa tertawa?” kata Taeyeon lagi.
Dia mulai berjalan pelan ke arah samping kanan, ke arah meja belajar Taeyeon. Dimana semua buku – bukunya tertata rapi.
“Bagaimana kau bisa masuk ke sini?” Wajah Taeyeon mulai pucat. Matanya melebar untuk memikarkan hal – hal yang menakutkan yang ia bisa pikirkan tentang bagaimana Leeteuk bisa masuk ke kamarnya.
Leeteuk tak menjawab pertanyaannya. Dia  mengambil  satu buku yang berada di rak dan membolak – balik halamannya. Melihat sampul depannya, mengernyitkan dahinya lalu meletakan kembali ke meja.
“Jangan sentuh barang – barangku..!!” Taeyeon berteriak sebal. Membuat Leeteuk menoleh ke arahnya lalu tersenyum kembali.
“Kenapa kau tak menjawab pertanyaanku..” kata Taeyeon. Leeteuk mengembalikan pandangannya ke arah meja belajar Taeyeon.
“Sejak kapan kau di sini? Jangan – jangan kau pencuri??” Taeyeon mengangkat telunjuk tangan kanannya di depan wajahnya sendiri.
Disaat ini dia benar – benar ketakutan. Berdua dengan Leeteuk di kamarnya. Sedangkan tadi malam dia tidak mendengar satu orang pun yang masuk ke kamarnya. Dia masih ingat betul setelah menonton film, Yoona duluan masuk kamar dan dia pun juga mengikutinya masuk ke kamarnya sendiri.
Hanya satu hal yang berkaitan dengan Leeteuk. Dia saling berkirim pesan dengan Leeteuk. Tapi hanya pesan. Tak ada yang lain. Leeteuk memang bilang ingin ke rumah Taeyeon. Tapi tentu saja dia masih punya otak,bukan cara seperti ini.
Atau..
Dia memang benar – benar sudah gila..
“Yoona..benar,masih ada Yoona…” kata Taeyeon.
“Tolong aku Yoona!!! Di sini ada pencuri..!! Tolong aku!!” Taeyeon berteriak kencang sekali untuk memanggil teman satu rumahnya.
Leeteuk tak membiarkannya. Ia membalikan badan ke arah Taeyeon.
“Apa kau tak ingat??” Leeteuk akhirnya membuka mulutnya kembali. Membuat Taeyeon terdiam memandangnya.
Mereka saling bertatap muka.
Taeyeon memberikan Leeteuk wajah ‘tak mengerti’.
“Ingat? Ingat apa?” Taeyeon mengernyitkan dahinya.
“Kau benar –  benar tak ingat Taengo?” Leeteuk memasukan kedua tangannya ke kantong celananya. Lalu berjalan pelan ke arah tempat tidur Taeyeon.
“Apa??” Kata Taeyeon kesal.
Saat Taeyeon berkata seperti itu, Leeteuk sudah sampai di pinggir tempat tidurnya.
Ia duduk di tempat tidur Taeyeon, melihat ke arah depan.
Sedangkan Taeyeon duduk di belakangnya, hanya bisa melihat punggung Leeteuk yang berada di sebelah kanan.
Sambil menggaruk kepalanya Leeteuk berkata “Benar – benar tak ingat….”
“Yang terjadi tadi malam??” kata Leeteuk melanjutkan sambil menoleh ke belakang melihat wajah Taeyeon yang bingung setengah mati.
“Jangan bercanda Leeteuk..tadi malam tak ada yang terjadi.” Setelah berfikir beberapa saat, akhirnya Taeyeon berkata.
Mereka saling bertatap mata beberapa saat.
Kali ini dengan jarak yang cukup dekat.
Leeteuk yang pertama kali untuk  membuang suasana ‘diam’ ini. Leetuk tertawa kecil melihat ekspresi wajah Taeyeon yang memandangnya  tanpa berkedip seperti itu. Membuat wajah Taeyeon memerah.
“Benarkah itu?” Leeteuk menyondongkan kepalanya.
Ia menaruh tangannya ke depan sebagai tumpuan badannya. Membuat dia tampak dekat sekali dengan wajah Taeyeon. Dan Taeyeon reflek untuk mundur ke samping.
“A-aku…ehh..be-benar – benar tak ingat,” kata Taeyeon gugup.
“Tapi sepertinya ada yang terjadi tadi malam…” Leeteuk mulai mendekat lagi.  Ia mengangkat satu alisnya dan tersenyum nakal.
“Apa yang kau lakukan?  Jangan mendekat…!!” Taeyeon mulai berteriak dan mundur ke belakang.
Dengan wajah yang ketakutan dan jantung yang berdebar- debar. Taeyeon berusaha dengan keras menjauh dari  Leeteuk. Tapi Leeteuk tak mau mendengarkannya.
“Jangan..tidak..jangan mendekat..pergi…!!!!” kata Taeyeon. Ia mundur ke belakang lagi sampai ia tak sadar bahwa ia berada di pinggir tempat tidurnya.
Karena Taeyeon tak melihat tangannya yang seharusnya berada di tempat tidur, akhirnya ia terpeleset dan membuat tubuhnya tak seimbang.
“Jangan de…”
“Tae…” Leeteuk menjulurkan tangannya. Untuk meraih tangan Taeyeon tetapi..
“Aaaa!!!!!”
AUTHOR  P.O.V



Brukkkk…………..

“Aaa….!! Ouh… sakitttt…!!” Taeyeon menggeram kesakitan sambil memegangi belakang kepalanya.
Ia sekarang berbaring di lantai. Kepalanya terbentur cukup keras dan membuatnya pusing.
Setelah beberapa saat akhirnya ia tersadar,bahwa tadi Leeteuk masih berada di kamarnya.
Taeyeon mulai bangkit berdiri melihat ke arah tempat tidurnya, lalu melihat jendela kamarnya yang ternyata masih tertutup rapi. Ia mengecek sekali lagi. Mengamati ke penjuru arah kamarnya untuk mengamati keadaan. Setelah ia benar – benar yakin tak ada seorang pun di kamarnya selain dia, ia lalu duduk di pinggir tempat  tidurnya.
“Mimpi??” Ia bertanya pada dirinya sendiri.
Taeyeon memegangi lehernya. Ia terdiam memikirkan apa yang terjadi. Tepatnya mimpi yang baru saja ia alami.
Segalanya, mulai dari wajah Leeteuk, senyumnya, baju yang ia pakai dan saat Leeteuk mendekatkan wajahnya pada Taeyeon. Memikirkan itu membuatnya pusing.
“Taeyeon apa yang kau pikirkan?? Tenang saja itu hanya mimpi…” ia menggeleng – gelengkan kepalanya. Mencoba membuang pikiran itu.
Tapi saat ia terdiam, mimpi itu muncul kembali.
“hahh..!!” Taeyeon menghentakan nafasnya.
“Oke jam berapa ini?” Ia mengambil ponselnya dan melihat jam.
03.30 tertulis di layar ponselnya. Ia mengernyitkan dahinya. Lalu mulai berbaring lagi di tempat tidurnya. Mencoba untuk tidur kembali.
@Rumah Leeteuk (04.30 PAGI)
Leeteuk sedang duduk di atas samping ranjangnya.  Badannya menunduk ke bawah untuk menali tali sepatu olahraganya.  Satu ikatan lagi dan akhirnya selesai. Setelah semua rapi ia berdiri menuju ke pintu kamar.
Keadaan rumah masih sepi. Dan gelap. Ia berjalan melewati ruang tengah. Sesaat kemudian seseorang memanggilnya.
“Maaf tuan muda,hari masih terlalu pagi anda mau ke mana?”
Ketua pelayan di rumah Leeteuk bertanya tiba – tiba dari belakang setelah ia melihat Leeteuk berada di ruang tengah untuk pergi keluar. Walaupun dia sudah tahu dengan melihat pakaian Leeteuk yaitu sebuah jaket dan celana panjang olahraga plus sepatu yang dipakainya. Tapi ia hanya ingin memastikannya saja.
Dengan suara yang memanggilnya Leeteuk berhenti dan menoleh ke arah belakang.
“Aku hanya ingin jogging, sudah lama aku tak pernah melakukannya,” kata Leeteuk ramah.
“Ah begitu..kalau begitu hati hati tuan muda,” balas pelayannya.
“Mr. Moon tenang saja aku bukan anak kecil lagi,” kata Leeteuk sambil tersenyum.
Mendengar perkataan Leeteuk pelayannya merasa bersalah. “Maafkan aku tuan muda..saya hanya menjalankan perintah nyonya, segala yang tuan muda Leeteuk lakukan harus ..”
“Aku mengerti,tidak apa –apa,” potong Leeteuk menunjukan sisi baiknya.
“Aku akan bawa mobilku..mungkin aku akan jogging di taman kota,” Leeteuk memperlihatkan kunci mobilnya ke Mr. Moon. “ Tidak akan lama.. tenang saja Mr. Moon,” kata Leeteuk.
Mr.  Moon tertawa mendengar perkataan Leeteuk. Leeteuk pun lalu pergi ke luar rumah. Mengambil salah satu mobil di garasi rumahnya yang besar, menghidupkan mesin mobil  lalu pergi.
@RUMAH TAE & YOONG (04.15)

Taeyeon berguling ke kanan lalu beberapa saat pindah ke arah kiri. Hampir setengah jam lebih ia tak bisa tidur,walaupun ia telah mencobanya. Mimpi tadi membuatnya berfikir macam macam. Dia mulai kesal sendiri. Ia bangkit dari tempat tidur dan duduk di pinggir tempat tidurnya lalu berfikir sejenak.
Tanpa berkata ia langsung pergi ke luar kamar. Di rumah, tentu saja Yoona masih tidur nyenyak di kamarnya. Jam 04.15 memang sangat terlalu pagi.
Tok ..tok..tok..
Taeyeon mengetok pintu kamar dongsaengnya itu.
“Yoona..” dia mencoba memanggilnya.
Sedangkan di kamar, Yoona belum bangun.
TAEYEON P.O.V

“Yoong…” aku berhati-hati membuka kamar Yoona yang tidak dikunci. Sebuah kamar yang ukurannya sedang tapi sangat rapi. Lampu kamarnya tidak dimatikan itulah mengapa Yoona tidak suka satu kamar denganku  karena dia tidak bisa tidur dalam kegelapan.
“Ahhh…” Yoona menggeliat dan berbalik ke samping kiri. Tepatnya membelakangiku. Aku berjalan mendekati tempat tidurnya.
“Yoona apa kau masih tidur??” tanyaku dengan nada pelan.
“Ada apa Eonnie..??” katanya dengan nada malas.
“Kurasa kau masih tidur..” kataku menghela nafas. Padahal aku ingin mengajaknya..
“Hemm…” Balas Yoona dengan mata tertutup.
“Aku butuh udara segar..Aku bosan dan tidak bisa tidur. Boleh pinjam sepedamu?” kataku sambil melihatnya. Walaupun dia terus saja membelakangiku.
“Hmm..ya..” katanya malas.
“Kau tak mau ikut?” kataku memastikan.
“Tidaakk…” balasnya.
“Kau bahkan tak menanyaiku dulu aku mau kemana ? Kau yakin?” kataku
“Iya…hoamm..emm” kata Yoona.
“Kau tidak takut kan sendirian di rumah??” godaku mengganggunya.
“Aaahhh….Eonnie..!!!” dia membalasku dengan nada kesal. Aku tertawa kecil. Cukup merasa senang melihat Yoona marah seperti ini. Walaupun setelah itu ia tidur kembali.
Aku beranjak bangun dari tempat tidurnya. Meninggalkan Yoona yang ku kira sudah terlelap kembali di mimpi indah. Tapi…
Eonnie…” aku berhenti sebelum menutup pintu kamarnya. Ia melihatku dengan mata mengantuknya yang mencoba untuk dilebarkan.
“Hati – hati…” lalu ia kembali berguling membelakangiku.
Dan aku hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalaku melihat tingkah laku anak itu.
……………………………………………………………………………………………………………………
Tak tahu mau kemana. Sepeda terus saja kukayuh. Udara pagi yang dingin menusuk. Tapi lama sekali aku tidak merasakan ini. Selama ini selalu disibukan dengan belajar sampai tak pernah bangun pagi untuk olahraga.
Tak terasa aku telah sampai di jalan raya. Tentu saja jalanan masih sepi. Hanya beberapa mobil saja yang berlalu lalang. Sangat menyenangkan. Aku suka suasana ini.
Aku melewati trotoar di sisi kanan jalan. Pohon – pohon di tengah kota yang rapi berjajar. Burung – burung yang terbang. Langit yang masih gelap.
“Ahh seharusnya aku membawa kamera untuk memfoto semua ini.” Aku berkata dengan kecewa.
Di perempatan jalan Gungnam. Aku belok ke kiri untuk menuju ke jalan Doram. Tapi entah kenapa  aku tertarik ke arah taman kota yang cukup ramai. Bukan sangat ramai. Tapi lumayan ramai untuk ukuran jam seperti ini. Kulihat jam tanganku yang tadi kupakai dari rumah.
Jam 05.00 pagi.
Akhirnya aku masuk ke area taman kota ini. Taman Yoido. Sudah lama aku tak pernah kemari. Aku berkeliling di taman ini dengan sepeda yang kubawa. Sesekali berpapasan dengan orang orang yang sedang jogging. Juga lansia yang naik sepeda. Ternyata juga banyak anak – anak yang sedang bermain basket dan sepatu roda di sini. Ah ya, aku baru ingat. Bukankah hari ini hari Minggu. Tentu saja ramai. Banyak orang – orang bahkan satu keluarga yang sedang olahraga atau sekedar jogging di sini.
Selain areanya yang nyaman untuk olahraga di sini juga terdapat taman bunga yang indah. Banyak burung – burung yang terbang di sekeliling. Aku mencoba mengganggu mereka dengan melawatinya di tengah sehingga membuat burung – burung itu terbang kembali. Aku tertawa senang. Sampai akhirnya aku tak sadar aku berjalan ke arah samping dan akhirnya menabrak sebuah batu di pinggir taman.
Karena kaget dan terjadi secara tiba – tiba aku tak bisa menyeimbangkan badanku.
AUTHOR P.O.V
Taeyeon masih berusaha untuk tidak jatuh. Dengan kaki kirinya yang mencoba menahan. Tapi apa yang terjadi? Kakinya tergelincir. Membuatnya tak bisa bertahan dan..
“Aaaa……!!!”
Brukkk…….
Ia jatuh ke tanah. Sepedanya berada di atas kedua kakinya. Dan kepalanya terbentur ke tanah.
“Ah…aduh…kenapa hari ini sial sekali sih..ahh..” ia menggeram kesakitan dan mencoba untuk berdiri. Tapi sepeda yang berada di atas kakinya membuatnya sulit berdiri.
Ia hampir saja menangis. Karena di sana tak ada orang yang menolongnya. Tempat yang Taeyeon lewati adalah area sepi. Jarang sekali orang melewati ajalan di area taman itu.
Ia mencoba berdiri lagi. Tapi tak bisa. Dan kali ini dia merasakan sakit pada pergelangan kaki kirinya.
Taeyoen menggigit bibirnya menahan sakit dan menundukan kepalanya.
Tiba – tiba seseorang datang dan menyingkirkan sepeda Taeyeon dari kakinya. Taeyeon mengangkat kepalanya untuk melihat siapa orang itu.
“Jangan menangis seperti anak kecil.” Orang itu menggodanya.
Taeyeon kaget melihat siapa orang itu dan hanya cemberut mendengar ucapannya.
“Kau tak apa Taengo?”
Leeteuk..
Dialah yang menolong Taeyeon. Ia sekarang jongkok di depan Taeyeon agar dia bisa menolongnya.
“A-aku tidak apa – apa ..siapa bilang aku menangis. Lihatlah ini aku…Ahh.” Taeyeon mencoba memperlihatkan Leeteuk bahwa ia tidak apa – apa. Ia mencoba berdiri. Tapi gagal, karena kakinya yang terkilir membuat jatuh kembali
Untung kali ini, Leeteuk menangkapnya dari samping. Membuatnya sekarang berada di pangkuan Leeteuk. Taeyeon kaget hanya terpaku dan tak tahu mau bilang apa.
“Benarkah itu??” kata Leeteuk setelah mereka berdua saling bertatapan mata.
Kata – katanya..jarak antar mereka.. membuat Taeyeon teringat kembali pada mimpinya tadi.
Babo!!” Taeyeon mendorong wajah Leeteuk untuk menjauhinya.
“Ahh..apa yang kau lakukan,” Kata Leeteuk dengan wajahnya yang masih ditutupi tangan Taeyeon.  Ia menurunkan Taeyeon dari pangkuannya dan mendudukannya di bawah. Sedangkan Taeyeon masih menggeram kesakitan.
“Luruskan kakimu..!!” perintah Leeteuk.
Tanpa protes Taeyeon mengikuti perintah Leeteuk. Leeteuk memegangi kaki kiri Taeyeon. Lalu membuka sepatu Taeyeon.
“Apa yang kau lakukan?” kata Taeyeon takut.
“Diamlah..tahan sedikit.” kata Leeteuk memerintahkan.
Kedua tangan Leeteuk memegangi telapak kaki Taeyeon, lalu memberikan sedikit dorongan ke belakang.
“Aaaaa…” Taeyeon berteriak kesakitan. Dan menengadahkan kepalanya ke atas.
“Itu agar tidak menjadi lebih serius pada  pergelangan kakimu. Sepertinya kakimu terkilir” jelas Leeteuk.
Leeteuk mengambil sepatu Taeyeon dan berusaha memakaikannya kembali.
“Biarkan aku melakukannya sendiri..” sela Taeyeon sambil mencoba meraih tali sepatunya yang akan diikatkan Leeteuk.
“Tidak..biarkan aku membantumu,” kata Leeteuk terus saja menali sepatu Taeyeon.
Dan Taeyeon hanya terdiam melihatnya.
“Kita memang ditakdirkan untuk bertemu..walaupun kita sendiri berkata tidak bisa,” kata Leeteuk memandang Taeyeon. Ia tertawa dan mengikat ikatan terakhir untuk tali sepatu Taeyeon.
“Berkata bahwa aku ingin bisa bertemu denganmu di hari minggu… Hmm telepatiku padamu ternyata berhasil,” kata Leeteuk memandang wajah Taeyeon.
Tersenyum..
-TBC-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar