Sabtu, 02 Juni 2012

HHBL part.8


Hari – hari Bersama Leeteuk “Part 8″

TaeTeuk


Title : Hari – hari Bersama Leeteuk “Part 8
Sub-Tittle : “The Feeling”
Author : kimmyelf
Main cast : Leeteuk, Kim Taeyeon , SNSD , Super Junior, TaeTeuk.
Rating : T , AU
                                 Genre : Romance, School life, Friendship.



Cerita sebelumnya (part 7) ~

“Rumahmu cukup jauh dari sini. Kau yakin bisa bersepeda ke rumah dengan keadaan kakimu seperti itu ” lagi – lagi dia mengomeliku.
“Asal..kau mengantarku sampai gerbang rumah dan setelah itu kau harus  pergi.” Kataku memberikan pernyataan.

Aku melihat wajahnya yang tersenyum.  Lalu aku beralih memandang ke tangan kirinya yang berada di depanku.
Dengan sedikit perasaan canggung dan segala pikiran yang campur aduk di kepala, ku angkat tangan kananku untuk menggapai tangannya.
Baiklah Taeyeon..dulu kau benar – benar membencinya..dan sekarang kau harus memegang tangannya.. Ahhh pabo!!
Aku benar – benar tak tau harus apa. Ini benar – benar sangat canggung bagiku. Tidak memandang wajahnya. Atau pun berkata padanya. Yang bisa ku lakukan adalah menunduk ke bawah dan akhirnya..
`
tangan kami berpegangan..


chapter 8




Aku duduk di belakang sedangkan dia yang mengendarai sepedanya..
Leeteuk bilang dia membawa mobil kesini..sehingga kami bersepeda mengelilingi taman untuk menuju tempat parkir mobilnya.
Dia menggoncengkan aku. Jika kami adalah sepasang kekasih pasti ini akan jadi menjadi  adegan romantis, si perempuan yang berpegangan erat di pinggang si laki – laki..tertawa bersama..merasakan terpaan angin bersama dan membicarakan banyak hal yang menarik sehingga tak terasa capek. Tapi sekarang ini kami hanyalah teman? Bukan! Musuh !! mungkin..
Aku hanya diam dibelakangnya. Yah untuk apa bicara disaat seperti ini..dari belakang hanya bisa melihat punggungnya saja..
Diam seperti ini…aku jadi memikirkan sesuatu..
Emmm…kurasa dia baik. Atau eh ? bernahkah? Entahlah aaaaaa Taeyeon  apa yang kau pikirkan.. huh Entah kenapa sebagian kecil hatiku bahagia dalam keadaan seperti ini. Dia baik, untuk saat ini, jika dia tak baik dia tak akan menolongku saat jatuh dan bahkan tak akan menolongku pulang ke rumah seperti saat ini.
Dan.. dia..oke harus ku akui dia itu keren dan tampan.. aku tak tahu ada apa dengan diriku..

AUTHOR P.O.V

Taeyeon memandang ke luar jendela, melihat langit biru yang indah yang  sebagian terhalang oleh tingginya gedung – gedung. Ia mengeluarkan nafas pendek tapi dengan cepat dan menutup matanya. Lalu ia membuka matanya saat mendengar suara pintu mobil ditutup. Tapi ia tak mencoba melihat ke arah wajah yang baru masuk ke mobil.
“Baiklah..akan ku antar kau sampai rumahmu.” Kata Leeteuk.

Taeyeon hanya diam tak memandangnya.

“Apakah kakimu masih sakit?” Leeteuk tiba – tiba bertanya sambil mencoba memakai sabuk pengamannya.

“Tidak..” jawab Taeyeon singkat.

“Benarkah? Syukurlah..” jawab Leeteuk dengan tersenyum.
“Pakai sabuk pengamanmu…” suruh Leeteuk.
Tanpa berkata Taeyeon lalu mencoba menarik sabuk pengaman yang berada di sebelah kanannya. Tapi sepertinya talinya tersagkut oleh pangaitnya. Membuatnya untuk mencoba menariknya lebih kuat lagi, tapi tak bisa lepas. Leeteuk yang tadinya hanya melihat Taeyeon, mengulur tangan kanannya  untuk membuka lilitan talinya.
Taeyeon yang baru sadar bahwa ada tangan lain yang ingin membantunya, diam sejenak, kaget.
Hanya ada sedikit ruang diantara wajahnya dan Leeteuk…
Membuatnya menahan nafas untuk beberapa saat dan merasakan detak jantungnya yang cepat.
Setelah Leeteuk berhasil membukanya ia memasangkan sabuk pengaman itu untuk Taeyeon.
Taeyeon masih terdiam,jantungnya masih berdegup kencang, wajahnya memerah seperti tomat, untung saja Leeteuk tak melihatnya.


(SETELAH BEBERAPA SAAT)


“Sampai…!” kata Leeteuk berkata kepada Taeyeon.
Melihat Taeyeon yang hanya diam tak menjawab ia berkata kembali “Hei?” sambil melambaikan tangan kanannya di depan wajah Taeyeon.
“A..e..” kaget, Taeyeon tak tau harus berkata sambil memandang Leeteuk.
“Kita sudah sampai..” kata Leeteuk heran memandang wanita itu.
“Ada apa denganmu?”  Tanya Leeteuk saat Taeyeon melihat ke arah luar untuk mendapati mereka memang benar – benar sudah sampai di depan rumahnya.
“A..aniya..ini karena..” Taeyeon memutar otak untuk mengambil jawaban yang tepat. Dia tak mungkin menjawab kalau dia sekarang entah kenapa merasa “aneh” kepada Leeteuk.
Leeteuk memandang Taeyeon menunggu jawaban atas pertanyaannya.
Taeyeon yang sadar bahwa ia sedang dipandangi Leeteuk cukup lama untuk menunggu jawabannya merasa gugup sendiri.
“Jangan memandangku seperti itu!!!” kata Taeyeon tiba – tiba berteriak ke arah Leeteuk.
“Jangan berteriak di depanku!!” Leeteuk membalasnya.
“Lagi pula memandang seperti apa maksudmu? Nervous nona Kim..?”kata Leeteuk berkata menyindir sambil tersenyum.
“Aku..ah bukan urusanmu..kenapa kau harus tanya “aku kenapa..?” ” setelah berkata seperti itu Taeyeon cepat cepat membuka pintu mobil Leeteuk dan keluar.
Karena masih dalam emosinya, Taeyeon lupa bahwa kakinya masih dalam keadaan sakit. Ia menghentakan kakinya dengan keras.
Sehingga membuatnya untuk berteriak…”Ahhh…sssaakkiitt..!!” Taeyeon membungkuk  untuk menyentuh kakinya, sambil menggeram kesakitan.
Walaupun di dalam hatinya ia tertawa..Leeteuk tak tega melihat Taeyeon seperti itu.
“Aisss..kenapa wanita selalu menyusahkan..!” Leeteuk yang masih berada di dalam mobilnya bergumam sendiri saat melihat Taeyeon menggeram kesakitan.
Lalu ia keluar dari mobilnya. Dan berdiri di depan Taeyeon yang masih jongkok memegang kakinya.
“Sesakit itukah? Kalau seperti itu kau tak kan sampai ke rumahmu walau jaraknya hanya 1 meter!” kata Leeteuk.


(FLASH BACK)


@HOME  06.00 pagi.

Ting…..Tong….Ting…Tong…..
“Aeeeaahhhh….. siapa yang mau bertamu sepagi ini sih?”
Ting…tong…ting…tong…
“iya iya tunggu sebentar..”
Yoona lari keluar untuk membuka pintu pagar rumah untuk menemui “tamu” yang mengganggu acara tidurnya.
“Siapa di luar??” kata perempuan itu sambil membuka jendela kecil di pintu pagarnya. Untuk mengetahui siapa yang diluar. Jadi dia bisa tahu sebelum membuka pagarnya. Mungkin saja itu bisa orang jahat.
“Yoona..!! cepat buka pagarnya..” kata perempuan yang berada di luar pagar.
“Unnie……!!! Ada apa dengan kalian? Kenapa datang sepagi ini?” Tanya Yoona kaget.
“Bukankah ini hari minggu…dari pada memulainya siang hari..kami punya ide untuk memulai hari minggu ini di rumah kalian..” kata Jessica yang muncul dari belakang.

“Kami juga membawa banyak makanan untuk sarapan dan acara hari minggu kita…!!”
Sooyoung dengan senyum lebar menyahut sambil memperlihatkan tas plastic yang besar.
Yoona menyipitkan matanya ke arah Sooyoung. Lalu menggeleng gelengkan kepalanya. Tapi didalam hatinya ia senang, karena ia bisa menghemat uang belanjanya untuk keperluan  makan mereka.
“Tak bisakah kau membuka pagarnya sekarang..kau sangat tidak sopan membiarkan tamu berdiri di luar seperti ini.” kata Yuri dengan senyum yang di buat buatnya.
“Hahahaha…baik” Yoona tertawa melihatnya. Lalu ia membuka gembok pagarnya lalu membuka pintunya.
Mereka a ke dalam rumah bersama – sama. Yoona sebagai tuan rumah yang baik membantu Sooyoung membawakan beberapa plastic yang ditentengnya.
Mereka semua menganggab rumah Yoona dan Taeyoen ini adalah rumah mereka sendiri. Jadi saat sampai di dalam rumah mereka langsung berputar ke segala penjuru rumah untuk menemukan sesuatu yang mereka inginkan.
“Taeyon apakah masih tidur?” Tanya Jessica tiba tiba kepada Yoona yang sedang berada di dapur untuk membuka isi plastic yang dibawa Sooyoung.
“Ne~ Kurasa unnie masih tidur.” Kata Yoona sambil meletakan kaleng biscuit coklat di meja dapur.
“Dasar anak itu..baiklah akan ku bangunkan dia.” Kata Jessica berjalan menuju sambil kamar Taeyeon.
Pintu kamarnya masih tertutup. Jessica memasang wajah nakal di mukanya. Ia berfikir bagaimana reaksi Taeyaon saat dia akan berteriak teriak di kamarnya untuk membangunkan si pemalas ini.
Tanpa mengetuk pintu dahulu Jessica langsung saja masuk ke dalam kamar. Bersiap siap untuk berteriak.
“Bangun kau pema..”
tapi teriakannya berhenti saat melihat tak ada orang di tempat tidur Taeyeon. Jessica cemberut memutar kepalanya ke segala penjuru arah dari kamar temannya ini.
“Yoona kau yakin Taeyeon masih tidur?” kata Jessica berteriak dari depan kamar Taeyeon.
“Ne unnie.. memangnya ada apa?” teriak Yoona dari dapur.
Jessica tak menjawab ia pergi ke arah kamar mandi. Siapa tahu Taeyeon sudah bangun dan dia pergi ke kamar mandi? Di kamar mandi terdengar seseorang di dalamnya. Tapi Jessica trekejut saat melihat yang keluar bukan lah Taeyeon tapi Yuri.
“Unnie..kau ingin menggunakan kamar mandinya? Aku sudah selesai.” Kata Yuri tersenyum.
“Apakah di sini tak ada Taeyeon?” kata Jessica cemas.
“Taeyeon? Tidak..! hanya ada aku yang ada di kamar mandi ini.” Kata Yuri bingung melihat ekspresi wajah Jessica.
Jessica berlari kea rah dapur untuk menemui Yoona. Yuri yang bingung hanya mengikutinya dari belakang.
“Yoona dimana Taeyeon?” kata Jessica dengan muka takut.
“Unnie..aku kan sudah bilang dia berada di..” kata Yoona tersenyum yang tak mengetahui sebenarnya. Tapi perkataanya terpotong oleh Jessica.
“Dia tidak ada kamarnya. Aku sudah mencarinya. Di kamar mandi juga tidak ada.” Kata Jessica.
“Apa?” Yoona melebarkan matanya kaget.
Seriap menit berlalu dengan muka cemas pada mereka. Taeyeon belum pulang juga. Yoona sudah ingat bahwa tadi pagi Taeyeon berpamitan dengannya untuk jogging tapi dia lupa Taeyeon berkata akan pergi ke mana.
Dan masalah semakin besar saat mentari mulai bersinar cerah dan Taeyeon belum pulang juga. Handphonenya masih di kamrnya sehingga mereka tak bisa menelfonnya. Yoona menggigit kukunya sambil bolak balik berjalan ke kanan dan kiri di depan para Unnienya di ruang TV.

“Kita tidak bisa diam. Aku akan mencari Unnie.” Kata Yoona tiba – tiba.

“Aku ikut!!!” hampir semua wanita di rumah itu berteriak serentak.
“Hei – hei jika kita semua pergi..bagaimana jika Taeyeon pulang dan mendapati Yoona tak ada  dan dia malah mencarinya. Kita akan semakin berputar – putar.” Kata Sooyoung tiba – tiba berdiri dengan membawa keripik di tangannya.
“Baiklah kalau begitu.. kau dan Sunny akan disini. Kabari kami jika Taeyeon sudah ada di rumah!” kata Jessica memrintahkan.
“Arraseo!!” kata Sooyoung tersenyum.
“Sunny.. pastikan Sooyoung tidak memakan semuanya saat kami pergi!” kata Jessica lagi.
“Ne Unnie! “ kataSunny memberikan jempol kepada Jessica. Sooyoung hanya bisa memutar matanya.


AUTHOR P.O.V


“Duck..lepaskan aku..!! cepat lepaskan!!!! Apa kau gila!!”

Taeyeon meronta – ronta sambil berteriak teriak kepada Leeteuk. Dia sekarang berada di  kedua lengan Leeteuk yang sedang menggendongnya.

“Baiklah kalau kau tetap berisik, kau akan membuat kita berdua jatuh!” kata Leeteuk memandang Taeyeon yang cemberut.

“Kau begitu berat ,kau tahu?” kata Leeteuk.

“Hah! siapa suruh kau menggendongku? Ku bilang turunkan aku!”kata Taeyeon menyentak.

“Diamlah Taengo..aku hanya mencoba membantumu saja. “ kata Leeteuk sambil mulai melangkahkan kakinya kea rah gerbang rumah Taeyeon.

Taengo… Taeyeon terdiam mendengar kata itu.
 Kenapa dia memanggilku dengan nama itu! Itu begitu aneh? Stop Taeyeon bukan itu yang harus ku pikirkan..Dia sekarang menggendongmu!! Duck menggendongmu!!! Bagaimana kalau Yoona tiba – tiba keluar dari rumah? Dan…ehh tidak tidak pasti tidak akan terjadi.


LEETEUK P.O.V


Aku menggendongnya menuju depan gerbangnya. Ini kulakukan bukan untuk menggodanya *percayalah*  tapi benar – benar karena kasian dengan si anak kecil ini. Dia meronta – ronta dan berteriak – terik kearahku agar mau menurunkannya dari gendonganku. Yah, apa dia tak bisa melihat betapa beruntungnya dia bisa di gendong olehku disaat semua gadis disekolah ingin dekat denganku.

Aku berkata bahwa diaitu berat. Tapi sejujurnya aku bohong. Aku hanya menggodanya saja. Aku senang saat dia memberikan wajah cemberutnay padaku.

Membuatnya marah adalah suatu kebahagian. Kekeke. Tapi aku lebih senang melihatnya sekarang. Diam.. saat aku berkata aku hanya ingin membantunya saja. Setidaknya itu lebih mudah bagiku untuk menggendongnya jika ia tidak meronta – ronta.


TAEYEON P.O.V


Aku diam. Lelah untuk berdebat dengannya. Yah aku berfikir setidaknya ini adalah hal yang menguntungkan untukku. Kakiku memang masih sakit kalau digunakan untuk berjalan. Dan dia mungkin benar butuh waktu beberapa lama untuk aku bisa berjalan menuju gerbang walau cuma 1 meter.

Oohh begitu baiknya Duck. Eh..kenapa aku begini lagi oke ! dia telah menolongku saat aku jatuh dari sepeda, menali sepatuku,mengantarku pulang dan sekarang menggendongku. Tapi tunggu sebentar!

Tadi dia bilang aku berat? Mwo?? Berat badanku bahkan 1 kilo lebih ringan dari Yoona!!!

Aku mengangkat wajahku untuk melihatnya. Yang tak kusangka dia sedang melihat…wajahku? Aku diam melihatnya sambil mengangkat satu  alisku. Ada apa? Apa ada suatu benda di wajahku? Noda? Debu? Tapi tunggu…jantung! Tidak!

Stop ! Duck! Kau membuatku untuk sulit bernafas. Tidaakk.. apa ini !!? Kenapa jantungku berdetak kencang sekali? Ohmygossh.. Stop kumohon!
Jangan beri pandangan itu padaku!!!
Aku merasakan sendiri wajahku mulai memerah. Tidak, ini mulai lagi.
Aku cepat – cepat menundukan kepalaku ,dimana saat itu juga terdengar suara orang membuka pintu pagar dan…

“Omo!! Ka-KALIAN BERDUA!!!!!??????????”

Aku melihat ke arah para dongsaengku berdiri membuka mulut mereka seperti tak percaya yang dilihatnya.
“TAEYEOONNN!!!KAU?”  aku melihat Jessica datang dari belakang. Melihatku sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Aku menggigit bibirku sendiri. Riwayatku berakhir!
Untuk beberapa detik kami , yaitu aku dan Leeteuk dan mereka, para dongsaengku berhenti untuk bergerak. Aku yakin mesin waktu sedang rusak saat ini.
Aku yang akhirnya tersadar dari lamunanku dan ingat fakta bahwa aku masih di gendongan Leeteuk, lalu  mengangkat kepalaku untuk melihat Leeteuk. Dan lebih mengakegatkan aku, tak ada ekspresi wajah kaget di wajahnya dia malah memberikan tatapan bingung dan aneh kepada dongsaengku.
“Turunkan aku Duck!!” kataku padanya dengan sedikit meronta.
Dia menurunkanku dari lengannya.
Aku mulai memandang satu persatu dongsaengku yang sampai saat ini masih membuka mulutnya dan melebarkan matanya tak percaya.
“Teman – teman aku dan Duck..eh maksudku Leeteuk hanya tak sengaja bertemu di taman. Bukan seperti yang kalian pikirkan.” Kataku kepada mereka.
Tapi, sepertinya mereka tak percaya apa yang aku katakan. Kulihat Yoona yang masih membuka mulutnya sama sekali tak bereaksi pada perkataanku. Fine! Oke ,siapa yang percaya pada seseorang yang tertangkap basah sedang digendong oleh laki – laki di depan rumah mereka dan mereka saling berpandangan seperti seseorang yang sedang berpacaran? Ottoke? Sepertinya aku harus berlutut kepada mereka agar mereka mempercayaiku.
Iya benar sepertinya aku harus berlutut sekarang juga!
Saat aku mulai menundukan kepalaku untuk melakukannya (?). Tiba – tiba Leeteuk berbicara.
“Annyeong…~~!!!^^” aku melihat ke arah wajahnya yang tersenyum berseri seri dan membungkukan badannya dengan sopan.
“Annyeong haseyo Oppa!!!!! :D” lalu beralih kepada mereka, para wanita yang bahagia yang telah mendapatkan salam dari seorang Duck!!? Kalian tahu bagaimana suara mereka saat memberi salam? seperti sebuah paduan suara merdu sekali dan kompak! -,-

“Kalian semua kenapa bisa berada di sini??” Tanya Leeteuk.

“Ini..ini adalah hal rutin pada setiap hari minggu yang kami lakukan hehe. Kami kira Taeyeon Unnie diculik makanya kami baru saja mau keluar untuk mencarinya.” Kata Yoona
Mereka tak bereaksi atas penjelasanku, tapi sangat bersemangat saat menjawab salam Leeteuk. Oh Fine!
Ku lihat Yoona yang sekarang tertawa dengan bahagia. You are my bad dongsaeng Yoona!
Jadi pada intinya mereka lebih kaget melihat Leeteuk seorang yang sekarang berada di depan mereka, dari pada kaget dengan kejadian tentang aku yang di gendong Leeteuk?!? Ha! Itu bagus! Setidaknya aku tak usah berlutut agar mereka mempercayaiku.
“Unnie , kenapa kau tadi di gendong oleh Leeteuk Oppa?” Sunny yang dari tadi berdiri di depanku tiba tiba bertanya tanpa ada nada bersalah. Bagus Sunny kau mengingatkan semua orang tentang masalah tadi!
Tarik nafas panjang…
“Kami bertemu di taman kota..dia jatuh dari sepeda. Dan sepertinya kakinya terkilir. Jadi aku menolongnya mengantarkan pulang ke rumah dengan mobilku.”
Oh god ..thkans duck kau menjelaskan pada mereka! Mungkin  jika aku yang mengatakannya kepada mereka, mereka tak kan percaya.
Ku lihat para dongsaengku mengangguk – angguk atas penjelasan Leeteuk. Dengan mata mereka yang bersinar – sinar bahagia. Omo..plis jangan berikan tatapan memuja kalian kepada dia! Kalian akan dimanfaatkan.
“Dan untuk kejadian tadi yang kalian lihat, sebenarnya…sebenarnya Taeyeon yang memintaku untuk menggendongnya..” kata Leeteuk menoleh ke arahku.
Ah benar… Mwo? MWO??????????!!!!!!!!!
“Mwo???!!” aku dan bahkan para dongsaengku berteriak bersamaan
Aku cepat – cepat memberi tatapan padanya apa-kau-bercanda-aku-tak-memintamu-untuk-menggendongku-dan-TAK-AKAN-PERNAH-!!!!!!!!!!!.
Leeteuk tersenyum menyeringai.
“Ani…ani…jangan percaya pada dia teman –teman” aku mengoyang-goyangkan kedua tanganku di depan mereka. Mereka hanya menyipitkan kedua matanya kepadaku.
“Chincanayo Oppa?” kata Hyoyeon bertanya kepada Leeteuk, untuk memastikan.
“Hahaha…benar! Jangan percaya padaku. Aku hanya bercanda. Aku yang menggendongnya dan bukan paksaan dari Taeyeon!” kata Leetuk.
Aku menghembuskan nafas yang sangat panjang. Hahhh…
Kau sangat lucu Leeteuk -,- kau hampir saja membuatku mati kaget.
Para dongsaengku ikut tertawa mendengar pengakuan Leeteuk atas ceritanya.

Hzz…Hzzz…..Hzzz….

Tiba – tiba terdengar suara handphone berbunyi. Ku lihat Leeteuk di sampingku sedang merogoh saku celananya lalu membuka HPnya. Setelah selesai membaca pesan ia langsung berbalik emlihat kea rah dongsaengku.
“Kurasa akan ku tinggalkan Taeyeon disini!” katanya sambil satu tangannya menepuk pundaku.
Apa yang kau bicarakan he?  ini rumahku..apa yang kau maksud dengan kata – kata akan ku tinggalkan.
“Ada sesuatu yang harus ku kerjakan, aku harus cepat cepat pulang.” Katanya sambil melihat ke arahku lalu ke arah dongsaengku.
Terlihat sedikit demi sedikit wajah bahagia hilang dari satu persatu wajah para dongsaengku.
Leeteuk kembali ke mobilnya untuk menurunkan sepedaku (yg sebenarnya milik Yoona) dari atas moblnya.
Dan menaruhnya didepan kami semua. Lalu mendekat ke arah kami.
“Aku harus pergi..” katanya melihat para dongsaengku.
Pergilah Leeteuk. Jika bisa pergilah selamanya dari hidupku -,-‘’ kataku dalam hati ..aku menyipitkan mata padanya

AUTHOR P.O.V


“Dan kau..” Taeyeon kaget saat Leeteuk melihat ke arahnya.

“Jangan pergi pergi bersepeda lagi jika tak ada aku. Atau kau tak akan menemui seseorang yang akan menolong anak kecil sepertimu!? Arraseo?” kata Leeteuk kepadanya.


Tapi ada nada lembut dan perhatian didalamnya yang entah kenapa Taeyeon sangat nyaman dan terdiam mendengarnya.


Taeyeon memberikannya wajah cemberut. Tapi Leeteuk malah tertawa  lalu menunduk agar pandangan matanya setara dengannya.


“Kau imut sekali jika cemberut. “ Leeteuk tersenyum


Hati – hati untuk yang lain kali Taengo..” katanya menasehati sambil menepuk – nepuk kepala Taeyeon pelan dengan tangan kanannya. Omo?!


“Annyeong…!! ^,^” Dia membungkuk kepada mereka. Dan pergi menuju mobilnya.
“Anyyeong Oppa!!”teriak para dongsaeng Taeyeon sambil melambaikan tangan.


Apakah dia baru saja berakting manis kepadaku di depan para dongsaengku??!! Oh NO!!

Taeyeon masih terdiam dan mengingat kata – kata Leeteuk tadi.
Sepertinya dia tadi mengatakan aku adalah anak kecil?? Apa? Kau bilang aku anak kecil? AAaaa…!!! Awas kau Duckkkkkkk!!!!!

“Taeyeon?” Taeyeon aku menggeleng – gelengkan kepalanya untuk membuyarkan lamunannya dan melihat Jessica didepanya sambil menyilangkan tangannya di dadanya,sedangkan yang lain mengelilingi Taeyeon sehingga Taeyeon berada ditengah – tengah mereka.

“Kau harus jelaskan pada kami apa yang sebenarnya terjadi anatara KAU dan DIA???” kata Jessica menekankan suara pada kata kau dan dia. Menyipitkan matanya sambil menyeringai senang. Ia menggoda Taeyeon. Tatapannya membuat Taeyeon merinding.

Sabar..sabar Taeyeon katakan pada mereka semua bahwa memang tak ada yang terjadi.
Taeyeon pun di tarik dengan cepat ke dalam rumah.
“Aaa!!! Pelan pelan ..kakiku masih sakit>.<” katanya kepada mereka yang lupa akan kaki malangnya.
“Unnie..bagaimana rasanya di gendong oleh Leeteuk Oppa?”  kata Sunny
“Unnie..apa yang terjadi antara kalian berdua??”Kata Sooyoung
“Jadi kau dan Oppa..” kata Suuny lagi. Tapi perkataannya dipotong oleh Yoona.
“Aku sekarang tak percaya bahwa kau tak suka pada Leeteuk Oppa” kata Yoona sambil menolong Taeyeon berjalan.

“Eh guys..kau dengar tadi Leeteuk berkata apa pada Unnie? “Hati – hati , Taengo?” Yuri tiba – tiba berseru dari belakang.

“Benar, Taengo?? Apa itu? Nama kesayangan?”
“Bahkan kalian sudah punya nama kesayangan masing masing?”
“OMO..Unnie…sejauh mana hubungan kalian berdua?”
“Stop guys..!!” Taeyeon  menutup telinganya  atas beribu pertanyaan yang mereka berikan padanya. Oh God help me..!!


_TBC_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar